Kita sangat sering menemukan pemakaian bahasa yang tidak tepat dan kurang benar dalam praktik sehari-hari. Lebih parah lagi pemakaian itu justru terjadi dalam penyampaian pesan yang seharusnya memakai bahasa yang paling tepat dengan harapan agar pesan tersebut benar-benar tersampaikan.
Akan tetapi karena pesan tersebut sudah menjadi praktik sehari-hari sehingga pemakaian bahasa yang tepat menjadi abai. Perhatikan misalnya pada gambar di atas, saya merasa ada yang kurang tepat dalam kalimat pesan tersebut. Di antaranya kata 'siap' yang seharusnya dipakai adalah kata 'setelah'.
Dalam praktik yang lain, kita juga sering melihat pamplet kecil bertuliskan 'tanah ini mau dijual'. Kira-kira apa yang salah dalam pesan tersebut? Saya khawatir tanah itu tidak mau dijual karena si pemiliknya tak pernah bertanya pada tanah itu apakah ia mau dijual atau tidak. Nah!
Kita juga amat sering menemukan pesan tertulis di lokasi tumpukan sampah 'dilarang buang sampah di sini'. Apa sih sebenarnya pesan yang diinginkan dalam kalimat itu? Saya memahaminya begini, sampah yang sudah menumpuk di situ dilarang untuk dibuang ke tempat lain.
Tapi jika yang dimaksud agar sampah dari tempat lain jangan dibuang ke situ, seharusnya ditulis begini 'dilarang buang sampah ke sini'.