Masih dalam suasana hari raya dan saya pun masih bersilaturahmi dengan kerabat di kampung halaman. Kami keluar mencari angin dan menikmati suasana malam di persimpangan jalan raya dekat kampung halaman kami.
Terlihat dan terpantau kaula muda sangat ramai dan sangat asyik bermain dengan gedgetnya masing-masing, entah apa yang mereka lakukan dengan smartphonenya itu kami tidak tahu. Mereka tampak tidak saling mengenal, padahal mereka datang dengan satu kereta akibat keasyikan menikmati bayang-bayang atau semacam permainan di gedgetnya.
Saya pun duduk di bagian sudut yang kosong, setelah saya memesan minuman, tidak lama pesanan pun diantar sembari ditanya oleh penjual apakah saya menggunakan WiFi...? . Iya ,saya jawab dan ternyata di sini tersedia WiFi gratis yang memanjakan pembelinya, pantas saja semua pelanggan asyik dengan smartphone tanpa menghiraukan kawan dan sahabat di sampingnya.
Sungguh miris pergaulan zaman now yang lebih banyak menggunakan waktu dan pembicaraan dengan dunia maya. Saya sempat melirik ke beberapa kaula muda tersebut, rupanya mereka asyik dan sibuk dengan game atau permainan, keakraban yang semu yang tidak banyak lagi perbincangan di alam nyata.
Tempat yang saya singgahi ini memang sebuah kios kecil, tetapi pelanggannya cukup ramai dan banyak diantara mereka yang tidak ada tempat duduk. Mereka rela duduk di tempat apa adanya demi mendapatkan WiFi gratis, bermodal hanya membeli di kios itu, atau minum mereka sudah bisa mendapatkan WiFi gratis dan berselancar di dunia maya.
Kami hanya mampu berdiam dan menggunakan WiFi gratis di sini hanya setengah jam lebih, kami pun beranjak pulang dan mencari tempat tidur masing-masing.
Posted from my blog with SteemPress : https://nekmudagroh.000webhostapp.com/2019/06/keakraban-yang-tidak-lagi-akrab