Bulan Syawal menjadi salah satu bulan fovorit manusia kawin. Dan bulan inipun telah berakhir, akan tetapi masih ada juga ritual penghalalan kawin ini.
Aceh pada umumnya sering mengadakan pesta perkawinan ini adalah pada bulan Syawal selepas melaksanakan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh.
Apakah ini sudah menjadi sebuah tradisi yang dianut masyarakat Aceh? Apakah bulan Syawal adalah bulan yang baik melaksanakan pernikahan dan mengadakan acara pesta perkawinan?
Pada dasarnya semua bulan adalah baik, cuma akupun tidak bisa menjelaskan kenapa banyak yang melakukannya pada bulan Syawal setelah melaksanakan puasa.
Adakah hubungan ritual penghalalan ini dengan bulan Ramadhan? Jawaban Bagiku pribadi tidak ada hubungannya sama sekali. Karena itu bagian yang terpisah, jika mengkaitkan mereka-mereka telah berpuasa sebulan penuh disiang hari, kemudian melampiaskan setelah Ramadhan berakhir.
Salah besar jika ada yang beranggapan seperti itu. Karena apa? Karena sebelum Ramadhan pun mereka tidaklah halal kawin atau bersetubuh. Itu jika mereka belum melakukan Ijab Qabul sebagai salah satu syarat sahnya bersetubuh.
Aneka sesajenpun dihantarkan kepada pihak yang menunggu kedatangan sang pangeran yang akan ditempatkan diatas singgasananya sang mempelai.
Begitulah ritual penghalalan persetubuhan yang lazimnya dilakukan insan manusia.
Wassalam
Regard