Saat ini banyak sekali pengemis yang datang ke setiap rumah dan toko untuk minta sumbangan, ada yang benar-benar memiliki tubuh cacat atau karena tubuh renta sehingga tidak dapat bekerja mencari nafkah. Namun tak jarang kita lihat yang datang mengemis adalah anak muda usia remaja dan pemuda gagah yang beralasan sumbangan untuk pesantren. Sedangkan dari pakaian dan wajah mereka jika kita perhatikan dengan jeli sama sekali tidak mencerminkan anak dayah atau pesantren.
Bahkan saat ini banyak juga yang mengemis berkeliling dari rumah ke rumah dengan mengendarai sepeda motor, dengan bermodalkan surat keterangan dari yayasan pesantren yang bisa saja adalah surat palsu yang dibuat sendiri untuk kepentingan pribadi.
Menjadi pengemis sudah menjadi profesi yang menjanjikan bagi mereka, dengan bermodalkan surat keterangan palsu tersebut mereka bisa meraup penghasilan ratusan ribu perhari.
Saya punya pernah menyaksikan sendiri ketika saya sedang berada di sebuah counter HP di kota Lhokseumawe, tiba-tiba datang ibu-ibu pengemis dengan anak nya yang masih berusia sekitar 6 atau 7 tahun, ternyata ibu pengemis itu kali ini datang bukan untuk meminta sedekah, tapi untuk membeli sebuah iPad untuk anak nya, dia keluarkan uang dari hasil mengemis yang disimpan dalam sebuah tas kain yang selalu di jinjing nya saat mengemis sehari-hari.
Dalam hati saya bergumam, betapa hebat nya pengemis saat ini, mengemis bukan lagi untuk bisa membeli makanan, tapi mereka mengemis untuk mengikuti trend gaya hidup modern. Sering juga saya dengar dari teman-teman saya bahwa pengemis yang berdomisili di kampung mereka bahkan membeli sepeda motor untuk anak-anak nya dari hasil mengemis. Sungguh luar biasa pengemis jaman Now.
Padahal dalam dalam Islam perbuatan seperti ini jelas dilarang, mereka menipu orang-orang dengan meminta sumbangan untuk pesantren, dan juga pengemis yang memiliki banyak harta namun tetap mengemis untuk membeli barang-barang mewah, sedangkan orang yang memberi sumbangan untuk mereka saja kondisi ekonominya tidak lebih baik dari si pengemis tersebut.
Memang terkadang kita tidak bisa membedakan mana pengemis yang memang benar membutuhkan bantuan dan mana pengemis yang bertujuan mengumpulkan kekayaan. Sehingga kita tetap memberi mereka sumbangan dengan ihklas, biar Allah yang membalas bagi mereka yang berdusta.