Hola Stemians, jelang weekend kali ini aku mau share tentang salah satu destinasi wisata kuliner yang paling banyak diburu saat Stemians mengunjungi salah satu Kota Kabupaten yang menghubungkan Semarang dengan Surabaya melalui cepu, tepatnya adalah Kabupaten Grobogan.
Grobogan adalah salah satu Kota Kabupaten di Privinsi Jawa Tengan dengan ibukota di Purwodadi. Ngomongin tentang purwodadi nggak afdol rasanya kalo nggak ngebahas tentang Swike. Bahkan ada yang bilang kalo di Kota ini adalah sebagai pusatnya Swike.
Buat Stemians yang belum tau apa itu Swike, ini ada sedikit ulasannya.
Swike sendiri adalah hidangan dengan menu utama daging kodok atau katak (biasanya sih bagian paha) dengan rendaman bumbu tauco yang disajikan bersama taburan bawang goreng dan seledri. Swike biasanya disajikan dengan kuah panas yang dipadukan dengan nasi putih.
Seiring bertambahnya permintaan dan banyaknya pelanggan yang hilir mudik berburu kuliner satu ini, olahan ini pun kini hadir dengan berbagai variasi seperti kodok goreng tepung, kerupuk kulit, pepes,dll.
Purwodadi memang terkenal sebagai Kota Swike, hal ini lantaran banyak sekali di jumpai kuliner satu ini disana. Berbicara tentang Swike ada satu tempat yang cukup populer dan tiap harinya ramai pengunjung, adalah Rumah makan Swike Cik Ping yang terletak di Jalan Kolonel Sugiono Purwodadi. Menurut penuturan si empunya rumah makan, tempat ini sudah berdiri sejak tahun 1901, dan dikelola secara turun temurun hingga sekarang. Meski sudah lama berdiri ternyata rumah makan ini belum berencana membuka cabang di tempat lain, meski banyaknya permintaan. Hal ini karena si pemilik sendiri enggan jika cita rasa yang dihasilkan akan berbeda. Tentu ini sangat berpengaruh sekali dengan citra rumah makan swikee yang sudah menjadi ikon Kota Purwodadi sendiri.
Bulan lalu saat mudik ke kampung halaman yang ada di Purwodadi, aku berkesempatan untuk mencicipi kuliner satu ini. Berdasarkan rekomendasi dari teman, langkahku tertuju pada sebuah tempat makan yang begitu sederhana. Mungkin ini berbeda dengan rumah makan swike milik Cik Ping yang sudah melegenda itu. Tempatnya tak begitu besar dan masuk ke dalam sebuah gang kecil.
Adalah rumah makan Langgeng Abadi yang terletak di daerang danyang, Purwodadi Grobogan. Meski terlihat begitu sederhana siapa sangka jika olahan swikee di sini tak kalah lezatnya dengan swikee yang biasa aku beli di swike Cik Ping.
Mungkin Stemians akan terheran-heran ya, bisa-bisanya kodok yang biasa kita jumpai saat hujan tiba-tiba disajikan pada sebuah mangkok dan menunggu untuk dilahap.
Jujur akupun memiliki persepsi demikian saat pertama kali mendengar jika kodok bisa dimakan. Sungguh sangat MENJIJIKKAN!!
Untuk menjadi olahan swikee biasanya kodok yang disajikan adalah kodok sawah. Untuk itulah saat ini banyak peternak kodok sawah yang memang ditujukan khusus untuk olahan swikee ini.
Kodok memang binatang yang terlihat begitu menjijikkan, apalagi amfibi satu ini hidup di dua alam. Untuk itulah binatang ini dianggap haram untuk di konsumsi.
Terlepas dari pertimbangan haram dan halal, mereka yang sudah pernah menikmati oalahan ini mengaku merasa ketagihan. Karena itulah mereka penggemar swike rela menempuh jarak beribu-ribu kilo demi mencari kuliner satu ini.
Tapi jangan khawatir buat Stemian yang sulit menjangkau akses menuju Purwodadi mungkin bisa mencari olahan ini di berbagai Kota seperti Semarang atau Solo yang juga sudah banyak dijumpai olahan satu ini.
Nah demikian Stemian postingan pertamaku yang ngulik tentang kuliner ekstrim yang ada di Purwodadi, Grobogan, kampung halamanku. Sampai jumpa di postingan berikutnya yah.
Terima kasih untuk Curator Indonesia ,
,
dan kepada Komunitas Steemit Indonesia atas dukungannya.