Original poem by 
Sunyi, sepi
Berteman bayu dan lembut malam
Menyimpan segala keinginan dibawah selimut bumi
Ketika sebagian jiwa menyerah pada peraduan musim
Ku lihat hanya beberapa yang menjemput hikmah
Sedikit yang memilih berteman diam
Carut marut dan kebisingan hari
Menyapa hanya bagian untuk meneruskan tradisi
Jiwa yang peduli
Jiwa yang peduli pada sendiri
Mengusung jaman dengan berbagai profesi
Bahkan tidak sempat menikmati, hanya untuk sekedar menghirup udara pagi
Seperti berada dalam roda mesin yang tak pernah berhenti
Sudahlah
Mereka juga akan mengerti saat tiba
Sunyi, sepi
Hikmah bertaburan
Tidak mendatangi
Menunggu untuk dipilih
Seperti perawan suci
if you like poetry, please support to develop poetry
I will appreciate all your support
Thank You
Thanks to all the friends who has helped me in writing. Thanks to all the creative communities for their support. Thanks to all who love my poetry
Another Poem
Mancing Paus Pakai Umpan Tiruan