What should I say about an embarrassing fact? When I saw it, I was like losing my face. I feel that friends from abroad are laughing at me. Yes, this is not a joke! It's a serious thing that makes me sad.
Apa yang harus saya katakan tentang sebuah fakta yang memalukan? Waktu saya melihatnya, saya seperti kehilangan muka. Saya merasa teman-teman dari luar negeri sedang menertawakan saya. Ya, ini bukan sebuah lelucon! Ini hal serius yang membuat saya sedih.
One afternoon, on the edge of Jalan Peta, Bandung, West Java, Indonesia, precisely in front of Immanuel Hospital, I saw a merchant selling on the sidewalk. This is normal. But, the problem is, he sells forbidden places. He sells behind a warning board that prohibits merchants selling there. He sells calmly. He does not feel guilty. He is like a sinless face. So did the buyers. They are busy buying her favorite fruit. None of them reminded of the forbidden place.
Pada suatu siang, di pinggir Jalan Peta, Bandung, Jawa Barat, Indonesia, tepatnya di depan Rumah Sakit Immanuel, saya melihat seorang pedagang berjualan di atas trotoar. Hal ini memang biasa. Tapi, masalahnya, ia berjualan di tempat terlarang. Ia berjualan di balik papan peringatan yang melarang pedagang berjualan di sana. Ia berjualan dengan tenang. Ia tidak merasa bersalah. Ia seperti wajah tanpa dosa. Begitu pula para pembelinya. Mereka asyik membeli buah kesukaannya. Tak seorang pun dari mereka mengingatkan tentang tempat terlarang itu.
This essay does not mean to ban merchants selling or prohibiting buyers to buy goods. They are not wrong if they do it in the right place. So, in this essay I just want to say that changing people's bad habits is difficult. Yes, it's hard! But it's just hard. Not impossible to change it. If the warning board is not able to change the bad habits of society, I think the firm action of the government could be the solution.
Esay ini tidak bermaksud melarang pedagang berjualan atau melarang pembeli membeli barang. Mereka tidak salah jika mereka melakukannya di tempat yang benar. Jadi, dalam esay ini saya hanya ingin mengatakan bahwa mengubah kebiasaan buruk masyarakat itu sulit. Ya, sulit! Tapi hanya sulit. Bukan mustahil untuk mengubahnya. Jika papan peringatan itu sudah tidak bisa mengubah kebiasaan buruk masyarakat, saya kira tindakan tegas dari pemerintah bisa menjadi solusinya.