Tadi malam, jam sudah menunjukkan pukul 02:59 WIB, saya memilih untuk tidur, dan berharap agar terbangun disaat azan Subuh berkumandang. Alarm di Handphone genggam yang saya punya sudah duluan saya aktifkan.
Dan tepat pukul 05:35 WIB, saya sudah terbangun dari terlelapnya tidur di Lantai II toko percetakan punya teman saya, di daerah Lamnyong, Banda Aceh.
Bangun tidur, langsung mandi tanpa gosok gigi (odol habis), cukup kumur-kumur saja sudah membuat gigi saya bersih, bening, mengkilat seperti Sunlight. Bukan promosi, ini saya tulis-tulis saja agar sedikit panjang ketikan di Hp Android saya.
Sekitar pukul 06 lewat beberapa menit, saya mendapatkan pesan Whatsapp dari , beliau mengingatkan agar tepat pada pukul 07, pertubuhan saya harus sudah ada di salah satu warung kopi di Banda Aceh, agar sama-sama berangkat menuju Bandara. Dari Lamnyong, Banda Aceh, saya diantar oleh seorang teman saya, bukan steemian, dia steetakan (punya percetakan).
Tidak lama setelah itu, saya bertemu dengan , tanpa basa basi (karena belum makan nasi), kami berdua langsung pergi ke tempat kediamannya
. Lalu, sekitar 10 menit kemudian, kami langsung pergi menuju Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, dengan menggunakan Grab Car. Tidak mengerti bagaimana cara masuk, harus kemana dan harus bagaimana sesudah sampai nya saya di Bandara itu.
Ini jadi pengalaman pertama kalinya naik Pesawat, tapi, saya bersyukur dan berterima kasih, karena kali ini saya punya bantuan petunjuk dari beberapa teman steemian KSI Banda Aceh, yang ikut bersama saya dalam satu Pesawat walaupun beda kursi, saya di ujung paling depan, mereka di ujung belakang Pesawat.
Saya akui, pertama lihat Pesawat, saya kira di dalamnya ada kolam berenang, atau ada wanita-wanita cantik, memakai rok mini, pakai tanktop, seksi, besar-besar juga. Tapi, semua itu tidak seperti yang saya bayangkan, nyesal saya.
Apalagi di samping saya bukan wanita muda, single atau janda. Di samping saya hanya seorang ibu-ibu alim, jilbab nya sampai kaki, bawa anak satu, dan punya suami di tempat duduk sebelah kanan saya yang terpisah oleh tempat berjalan nya penumpang.
Huuffft, sungguh bukan ini yang ku harapkan.
Oh iya, saya hampir lupa, saya sempat ngopi dan ngobrol-ngobrol ringan dengan orang tua berjiwa muda, yang dulunya sempat muda dan dicintai istrinya, beliau , dan ketua KSI Banda Aceh, yaitu
.
juga ikut duduk bersama,
memang sudah bersama-sama dengan saya, tidak bisa berpisah, nanti saya sesat di Bandara.
Ini sedikit cerita saya pertama kalinya naik Pesawat, dan rupanya di dalam Pesawat tidak seperti yang ku bayangkan. Huhuhuh!
Terima kasih telah membaca, salam damai