Steemian...
Aku memiliki nama lengkap Muhammad Taufik bin Muhammad Sufi atau yang lebih dikenal dengan nama H. Ras Taufik. Nama "Ras" ini diambil dari Bahasa Jamaica Kekunoan yang memiliki arti "Bung".
Aku terlahir dari satu keluarga yang sederhana yang serba kekurangan tapi selalu bersyukur Kepada Allah SWT.
Aku anak ketiga satu-satunya dari empat bersaudara, kami semua berjenis kelamin yang sama.
Ayahku hanyalah seorang petani kecil disebuah perdesaan yang tak jauh dari kota Beureunuen, Pidie, Aceh. Dan ibuku hanya seorang Ibu Rumah Tangga yang sangat menyayangi kami semua.
Dulu waktu aku masih duduk di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Busu, pada kelas 1 hingga aku lulus, aku sering kali membuat ibu dan ayahku bangga denganku. Karena aku selalu jadi juara kelas, padahal aku hanyalah anak orang miskin. Aku selalu jadi murid yang teladan dan disiplin disekolah itu. Setelah menamatkan sekolah dasar, aku bersekolah di MTsN Samalanga dan tinggal di pondok pesantren disitu juga. Disitulah aku mulai bandel, mulai nakal, dan selalu jadi obat sakit kepala para guru-guruku. Namun, itu hanya berlangsung selama 4 bulan saja, lalu aku pindah ke sekolah MTsN (Madrasah Tsanawiyah Negeri) Beureunuen. Tapi, disitu pula aku hanya bersekolah satu setengah tahun dan harus pindah ke sekolah yang lain lagi. Terakhir aku menamatkan Sekolah Menengah Pertama ku di MTsS Peukan Baro, Pidie.
Kemudian, aku melanjutkan Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 1 Beureunuen. Dan sejak saat itu, aku mulai menekuni dakwah atau pidato. Bahkan aku sempat bercita-cita ingin jadi seorang pendakwah kondang layaknya Tgk Abdul Wahid atau Tgk Yusri Puteh.
Namun, aku lagi-lagi tak bisa menamatkan sekolah tingkat menengah atasku di SMA Negeri 1 Beureunuen. Lalu, aku harus pindah dan menamatkan sekolahku di SMK Swasta Mutiara Jurusan Akuntansi di Beureunuen. Aku tamat Sekolah
Menengah Atas dalam waktu 4 tahun. Amazing bukan?
Lalu, setelah tamat dari Sekolah Menengah Atas, di otak ku tidak terpikirkan untuk melanjutkan kuliah seperti teman-teman ku yang lain. Bahkan beasiswa dari Sumber Daya Manusia saja aku tolak.
Selesai sekolah, aku jadi pengangguran yang selalu banyak kegiatan. Mulai dari kegiatan ku bersama anak-anak Vespa di Komunitas Pidie Scooter Club (PSC) yang sudah berdiri sejak tahun 2005, dan kegiatan ku banyak semenjak jadi Relawan Kemanusiaan di Palang Merah Indonesia (PMI). Setelah itu, aku juga ikut ambil bagian jadi anggota Komunitas Aceh Video Instagram (AcehVidGram) dibawah naungan IndoVidGram. Lalu, aku juga disibukkan dengan kegiatan di Komunitas Stand Up Comedy Indonesia Pidie, Aceh. Disini aku sebagai pendiri bersama dua sahabat baikku dan #ikramullah. Semenjak aku mengenal Stand Up Comedy, dari situlah aku terus mengasah kemampuan ku sampai sekarang, Alhamdulillah aku sudah pernah beberapa kali juara di Nanggroe Aceh Darussalam. Dan sekarang aku sering di undang untuk mengisi acara di seluruh daerah di Aceh ( bukan sombong ini ya).
Setelah beberapa komunitas dan organisasi aku jalani, sekarang aku mengenal Steemit dan aku juga ikut menjadi bagian dari Komunitas Steemit Indonesia Chapter Banda Aceh. disini aku banyak belajar dan mengasah kemampuan ku untuk terus menulis. Karena pada dasarnya aku bukan penulis, bahkan sekolah saja dulu aku tidak pernah bawa buku tulis.
Oleh karena itu, semenjak aku mengenal steemit, disitu pula aku sudah mulai suka membaca, dan juga harus belajar menulis dengan baik dan benar.
Terimakasih Steemit telah merubah tangan ku jadi suka mengetik. Kalau menulis tetap masih malas. :D
Perlu diingat!!!
Jangan pernah jadikan pendidikan itu patokan untuk menuju masa depan yang sukses.
Ayo semua kita sama-sama berusaha serta diiringi dengan Do'a, Insya Allah pasti akan berhasil.