Pesta pernikahan atau resepsi adalah sebuah acara yang dirayakan atau dilaksanakan oleh masing-masing keluarga pasangan yang telah menikah, untuk meresmikan ikatan perkawinan. Pesta pernikahan memiliki banyak ragam dan variasi menurut tradisi suku bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial masing-masing keluarga. Penggunaan adat atau aturan tertentu juga berkaitan dengan aturan atau hukum agama yang ada di tiap-tiap daerah tempat tinggalnya pasangan tersebut.
Di Aceh ada tradisi yang dinamakan Preh Dara Baro, tradisi dalam sebuah pesta perkawinan menunggu pengantin wanita, yang diadakan di rumah pengantin pria. Acara ini biasa dilakukan setelah beberapa waktu selesai dilakukannya acara Intat Linto, yang mana pengantin pria berserta rombongan berangkat menuju ke acara resepsi perkawinan yang ada di rumah pengantin wanita.
Tanggal 15 April 2018, bertepatan dengan hari Minggu, hari yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh dua pasangan pengantin, yang sudah beberapa waktu lalu menyelesaikan pernikahan. Kedua pengantin pria ini merupakan kakak beradik, mereka adalah creator font, pembuat model font yang dijual di beberapa website seperti creative market dan lain sebagainya.
Pasangan pengantin yang bernama Maulizari S.T & Nia Octarina A.Md Keb dan Khaidir & Cut Fina A.Md Kep. Kedua pasangan yang sangat serasi dan cocok. Nia Octarina yang sering dipanggil dengan sebutan Nia, wanita muda asal Adan, Mutiara Timur ini adalah lulusan salah satu Akademi Kebidanan yang ada di Kota Sigli, Pidie. Cut Fina, orang mengenalnya dengan nama pocut atau cut, wanita ini lulusan Akademi Keperawatan dan berasal dari Kota Banda Aceh.
Acara Preh Dara Baro yang diadakan di kampungku yang juga tempat lahir dan besarnya kedua pengantin pria tersebut, di Desa Lingkok Busu, Kecamatan Mutiara, Pidie, Aceh. Busu merupakan salah satu kemukiman yang ada di wilayah Pidie yang hampir sama dengan kota-kota besar. Aku dan kedua pengantin pria ini memiliki ikatan keluarga yang sangat dekat, kami juga memiliki ikatan emosional (kalau sudah dekat, emosi aja).
Kesempatanku di acara resepsi perkawinan mereka berdua ini untuk mempromosikan Steemit untuk seluruh manusia yang hadir di acara tersebut. Promosi dalam bentuk papan ucapan ditambah sedikit do'a untuk kedua pasangan pengantin. Dari sekian banyak papan bunga ucapan selamat berbahagia, hanya satu papan ucapan yang menarik perhatian seluruh tamu undangan, serta membuat masyarakat penasaran. Dan hari ini, aku berhasil membuat orang bertanya-tanya penasaran apa itu #steemit. Selamat berbahagia untuk kalian semua yang telah mendapatkan jodoh serta menikahinya! Doakan aku secepatnya, han ek ku theun le nyoe. Bertuuuuuss!