Ini bukanlah moto dalam dunia politik. Di luar itu juga kerap kita temukan dalam kehidupan nyata disaat kita melakukan adaptasi dan interaksi sosial.
Lawan dan kawan tidak selamanya abadi
Dalam kehidupan sering kita temukan kondisi ini. Seorang kawan terkadang disisi lain menjadi lawan, begitu pula sebaliknya lawan terkadang menjadi kawan.
Tidak heran jika ada orang yang menemukan pasangan hidupnya adalah orang yang pernah dibencinya. Begitupun ada orang yang mencintai seseorang sepenuh hati namun akhirnya yang dicintai menjadi lawan atau musuh yang sangat dibencinya.
Manusia adalah makhluk yang Baharu
Kita manusia memiliki keterbatasan tidak mampu atau tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan. Satu detik ke depan kita tidak tahu apa yang terjadi. Apalagi dalam jangkauan satu tahun kemudian. Karena semua itu adalah rahasia Allah.
Namun, apapun alasan yang melatarbelakangi kondisi itu. Agama Islam membatasi lamanya bermusuhan paling lama tiga hari, namun untuk hal persahabatan tidak ada batas.
Menjadi persoalan kemudian perlu selektif dan filter dalam memilih teman.
Teman yang baik bukan hadir saat kita jaya, akan tetapi teman yang baik tetap hadir disaat kita menderita
Saling memberi, membantu, memahami, serta saling pengertian bagian dari hal penting yang harus dilakukan dalam menjalin persahabatan. Banyak kasus terjadi jalinan persahabatan terbentuk disaat seseorang sedang dalam keadaan jaya atau sejahtera. Karena ada sesuatu hal yang diharapkan, setidaknya mendapatkan manfaat dari kesejahteraan seseorang tersebut.
Itu namanya pemanfaatan, bukan pertemanan
Banyak kasus juga terjadi, disaat orang sedang menderita, miskin, atau tidak sejahtera banyak kawan yang menghindar karena dianggap akan menyusahkan kalau berteman dengan dia. Dalam kondisi ini sering terjadi, orang yang kita anggap sebagai lawan sebelumnya dialah yang mengisi hari-hari penderitaan kita.
Pada prinsipnya semua orang dapat dijadikan sebagai kawan, hanya filter diri yang perlu diperkuat. Jika kawan hobby mabuk, maka jangan kita ikuti kelakuannya. Tapi kita pelajari bagaimana cara dia mabuk dan dampaknya untuk memberikan pemahaman kepada orang lain agar tidak mabuk. Banyak contoh kasus lain, termasuk kita dapat juga berteman dengan orang gila. Setidaknya kita paham bagaimana caranya menjadi orang waras.
Orang gila guru terbaik untuk belajar waras.
Dalam membangun hubungan keluarga antara suami dan isteri harus menerapkan cara pertemanan. Suami menganggap istri sebagai kawan, tempat berbagi cerita, saling pengertian, bersosialisasi, teman ngobrol, dan berbagi suka-duka. Bukan sebaliknya, suami menganggap istri sebagai budak atau babu yang bertugas membereskan rumah, memasak, nyuci, dan sebagai pemenuhan nafsu di atas kasur. Tentu makna pertemanan dalam keluarga melebihi makna pertemanan yang terjadi di luar sana.
Semoga tidak ada musuh yang abadi
Steemit sebuah dunia baru dalam deretan media sosial di jagat maya. Steemit hadir sebagai jembatan penghubung interaksi sosial sesama kita. Sama halnya di dunia nyata, dalam bersteemit juga terbuka peluang atau punya potensi terbentuknya jalinan persahabatan atau sebaliknya, Steemit berkonstribusi menciptakan permusuhan antar sesama steemian. Tapi semua itu terpulang pada kita steemian, apakah melalui Steemit kita ingin menambahkan deretan jumlah teman atau mencari musuh.
Beda pendapat dan beda pendapatan sumber masalah dalam kehidupan.
Biasanya permusuhan terjadi akibat beda pendapat atau selisih paham dalam proses komunikasi. Selain itu, beda pendapatan juga bagian dari faktor permusuhan terjadi, iri yang berujung pada dengki maka benih permusuhan terjadi.
Melalui postingan ini kita berharap selama berinteraksi di Steemit akan semakin memperbanyak jumlah teman, buka menambah deretan lawan atau musuh. Karena lawan dan teman tidak selamanya abadi.