Bukan Seperti Biasa
Kilau berlian laksana percikan air pagi hari
Yang disinari indah cahaya mentari
Emas permata bersayap uang kertas
Semua untukmu akan terlihat pantas
Bukan kasih..
Bukan itu yang dapat ku beri
Tertegun dan tertawa kau melihat pemberianku
Terluka hati ini bak tertancap ribuan paku
Mata mu seolah berkata, apa ini?
Bibir mu berucap, hanya ini?
Tidakkah kau lihat perjuangan ku yang berapi-api?
Menghadapi rintangan yang silih berganti
Demi sebungkus makanan murahan yang kudapat dengan susah payah
Tapi kau tolak mentah-mentah
Tak apalah kasih..
Tak apa..
Kelak kau akan sadari
Betapa pengorbananku penuh arti
kelak nanti aku tiada
Tak usah kau menangis tersedu-sedu mengelus dada.