Saat dalam perjalanan dari Banda Aceh menuju Bireuen, kami berencana singgah di Saree untuk makan siang. Matahari cukup terik di kala siang menjelang sore itu, kami pun mampir di Farmer Agro Market, letaknya satu lokasi dengan Horas Coffee Shop.
Saat mengarahkan mobil ke dalam kawasan rest area ini untuk parkir, seketika saya terpukau dengan suasana alami di sekitar tempat ini. Tepat di halaman Agro Market dan Horas Coffee ini, terdapat tanaman tomat yang sangat subur. Daunnya rimbun dan buahnya cukup banyak, yang masih ranum berwarna hijau. Saya pun tertarik mengambil sejumlah foto mengabadikan tanaman tomat ini.
Setelah parkir, saya dan melangkah ke dalam Agro Market, yang konstruksi bangunannya dominan terbuat dari kayu. Susunan buah-buahan yang dipajang, disusun sedemikian rupa dan artistik. Saya melihat sekeliling dan menyerap segala keunikan yang tersaji di tempat ini.
Saya mencermati nama-nama menu, yang uniknya, ditulis pada tripek yang digantung dengan kapur warna warni.
Saya pun memilih nasi goreng gampung yang terdiri dari suir ayam, lalu saya minta ditambahkan telur mata sapi. Setelah memesan menu ini, kami menuju Horas Coffee, yang berada di sebelahnya.
Kami pun duduk di sana sambil menunggu nasi goreng siap disaji. Lalu kami memesan secangkir kopi dan menikmati tape ubi, penganan khas Saree. Nikmat sekali.
Selang lima belas menit kemudian, nasi goreng kampung pesanan saya pun datang terhidang. Tak sabar ingin segera menyicipi racikan khas Farmer Agro Market, yang kini namanya kian meroket di kalangan traveler yang sering melintasi kawasan Saree.
Cuaca di luar masih terik, namun terasa dingin saat semilir angin yang turun dari pegunungan melintasi kawasan Agro Market, yang dirancang terbuka, tanpa dinding yang kentara, sehingga suasana alami terasa begitu sempurna.