Banyak petualangan menarik dapat kita lakukan saat berada di Takengon, salah satunya adalah mengitari Danau Laut Tawar, sambil menikmati segala pesona yang tersaji sepanjang perjalanan.
Jalan lingkar sepanjang 42 km ini dapat kita tempuh dalam 2 jam, sebab kita tidak perlu buru-buru untuk sampai pada titik semula. Tentunya, kita akan mengandarai kendaraan pelan-pelan saja, yang pada lokasi tertentu, kita singgah untuk melihat keindahan danau sekaligus mengambil sejumlah foto.
Beberapa waktu lalu, saya bersama anggota keluarga, mengelilingi danau kebanggaan masyarakat Aceh ini. Sebetulnya, ini bukan kali pertama menjajal jalur ini.
Mari saya tampilkan sejumlah foto yang sempat saya abadikan.
Keindahan danau ini memang luar biasa. Anda pasti tidak dapat melupakan pengalaman tersebut apabila berkunjung ke sini.
Memasuki perkampungan penduduk. Salah satu pamplet sekolah dasar. Sudah berkarat diterpa hujan dan terik mentari.
Musim panen padi baru saja usai, tampak sebuah gubuk di tengah sawah. Menanti musim tanam kembali.
Lihatlah, betapa damainya tinggal di sini. Sangat alami dan menyenangkan. Melihat perkampungan ini, saya teringat perjalanan dari Milan menuju Zurich, Swiss. Begitu eloknya saat saya melihat perkampungan di tepi Danau Lugano.
Cuaca sore itu cenderung berawan, sehingga pantulan langit pada permukaan air, berwarna putih keperakan.
Seorang nelayan, sedang mengarungi danau, menjemput rezeki di hari itu.
Jalan ini begitu memukau, kita dapat berkendara dengan nyaman. Di sekelilingnya banyak pepohonan hijau, khususnya pinus-pinus. Yang membuat saya teringat kawasan Titisee, Jerman yang dikenal dengan daerah Blackforest, (hutan gelap), disebut demikian karena sanking rapatnya pohon pinus di sana.