Sergapan cuaca dingin dataran tinggi Gayo tidak menyurutkan hasrat kami untuk menyeruput kopi arabika racikan Datu Coffee, Takengon. Saya, dan
menghabiskan malam sambil berdiskusi ringan tentang perkembangan steem, steemit dan kemajuan komunitas.
Namun, dalam diskusi ini kami lebih fokus membicarakan tentang investasi steem. Sebab, dan
tahu betul bahwa saya sejak awal bergabung steemit, telah membeli banyak steem untuk saya power up, dan alhamdulillah sampai sekarang saya belum pernah power down. Sebab, saya telah meniatkan steem power (SP) ini sebagai sarana investasi jangka panjang.
Menurut Ketua KSI, , setelah SMT diluncurkan nanti, harga steem akan berangsur-angsur naik, jauh lebih tinggi dari harga saat ini. Tentunya, bagi investor yang ingin membeli steem, juga harus mengukur tingkat resiko yang berani diambil. Karena harga crypto punya volatilitas yang tinggi.
Malam pun semakin larut, kami belum beranjak dari kedai kopi yang beroperasi di Jalan Sangeda, Kota Takengon ini. Suasana malam kian sepi, cuaca dingin pun semakin menusuk tulang. Deru angin yang berhembus dari arah Danau Laut Tawar, begitu jelas terdengar di luar sana.
Sementara kami masih saja asyik berdiskusi hingga sampai pada sebuah trik untuk mengamankan dan mengelola aset digital kita. Yaitu, dengan membeli steem di saat harga murah, tapi jangan power up dulu, simpanlah dalam wallet dan tunggu saja sampai harga naik (misalnya dua kali lipat). Saat sudah ada kenaikan tersebut, maka kita jual setengahnya supaya balik modal. Lalu, sisa setengahnya lagi, barulah kita power up.
Seberapa pun ringannya diskusi tentang steem dan steemit, tetap saja terasa menyenangkan dan tidak ada kata bosan. Karena banyak sekali hal positif yang dapat dibicarakan, mulai dari isi konten, seni berkomunitas yang baik, investasi steem, hingga trik-trik jitu memancing whale datang ke postingan kita. Begitulah, bahan diskusi tentang steemit, seakan tidak habis-habisnya, selalu saja ada hal baru.