Pagi itu cukup cerah, 19 April 2019, saya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Jepang. Mendarat di Tokyo International Airport, lalu kami keluar dari pesawat Garuda, melalui garbarata, menuju koridor ke arah tempat pengambilan bagasi.
Sepanjang koridor, kami meluapkan kegembiraan akhirnya tiba di negeri matahari terbit ini. Semuanya tampak indah dan sempurna, rapi, tertib dan teratur. Bukan lagi rahasia, bahwa Jepang merupakan sebuah negara maju yang menempatkan segala sesuatu pada tempatnya dengan tepat dan presisi.
Setelah berjalan agak jauh, akhirnya kami tiba di tempat pengambilan bagasi. Sebuah ruangan megah yang sangat nyaman dan adem. Pagi itu suasana tampak sepi, sepertinya hanya pesawat kami yang baru mendarat pagi itu.
Saya memperhatikan keadaan sekitar dan proses pengambilan bagasi. Tampak sangat tertib. Para penumpang menunggu dengan sabar bagasi-bagasi mereka. Tampak ada garis pembatas, yang menunjukkan hanya sampai garis tersebut kita berdiri menunggu.
Yang paling menarik bagi saya, adalah adanya petugas, seorang perempuan, yang menunggu dan menyambut bagasi-bagasi yang datang. Bagasi-bagasi itu disambut, sehingga tidak merusak koper-koper dan barang bawaan penumpang lainnya, lalu disusun dengan rapi di atas rel berjalan.
Sebuah pemandangan luar biasa, saya tidak menemuinya di bandara-bandara Indonesia, bahkan bandara-bandara di sejumlah negera yang pernah saya kunjungi.
Oh, Jepang. Hal-hal kecil seperti ini langsung membuat saya begitu terkesan. Sungguh menggoda. Benar saja apa kata orang-orang, “Kita tidak pernah bosan ke Jepang, dan tidak cukup cuma sekali”. Ahay...