Perjalanan menuju acara Meet Up KSI Chapter Gayo-TKN penuh cerita unik. Menunggu Bang dari Banda Aceh yang dibuat lama oleh ibu-ibu yang juga menumpang mobil L-300 hingga beberapa teman Steemian yang tidak jadi ikut karena alasan pribadi.
Saya, ,
,
,
dan
adalah "pasukan" dari KSI Chapter Pidie yang akan menghadiri Meet Up di Gayo.
menunggu di Takengon sebab harus pulang duluan ke rumah mertua disana. Pukul 11.00 WIB kami bergerak dari Sigli setelah
tiba dari Banda Aceh.
Lebih kurang 2 jam perjalanan kami pun tiba di Bireuen, singgah untuk shalat zuhur dan makan siang. Warung makannya pun punya nama yang cukup unik, Warung Rajafad. Tapi bukan milik Raja Arab lho. Lebih kurang 1 jam kami beristirahat memulihkan tenaga atau sekedar mengisi baterai hp masing-masing sebagai persiapan mengabadikan moment terbaik tanah Gayo.
Tepat pukul 5 sore kami tiba di GOS Takengon, karena info yang kami dapat bahwa acara dilaksanakan disana. Betapa kagetnya kami saat tiba di GOS, sepi tak berpenghuni. Setelah menghubungi panitia, ternyata acara Promo Steem dilaksanakan di Aula seberang jalan. Saat kami tiba ditempat yang dimaksud, acara sesi pertama telah selesai karena memang kami datang agak sedikit terlambat. Agar tidak kehilangan moment, kami pun mengajak teman-teman Steemian berfoto bersama juga dengan tiga kurator dan para senior di Steemit.
Beranjak dari tempat acara, belum lengkap rasanya jika belum menikmati kopi khas Gayo yang begitu menggoda. Apalagi selama diperjalanan kami tidak sempat ngopi. Kebayangkan, bagaimana rindunya kami dengan aroma kopi yang penuh candu. Kamipun diajak ke Bumi Aceh Kupi Takengon bersama puluhan Steemian dari berbagai Chapter Regional. Saat yang tepat untuk saling mengenal antar sesama Steemian, senior dan kurator.
Pukul 8 malam kami pun digiring ke Villa Mahkota Raja yang berada tepat dipinggir Danau Lut Tawar. Amboi, indah dan begitu sejuk. Disambut dengan jagung bakar dan rebus yang langsung diproses ditempat, bakar jagung bersama sembari menghangatkan diri. Jelang tengah malam, kopi lagi-lagi menjadi pilihan yang tepat untuk menikmati bincang-bincang liar kami plus diiringi musik akustik petikan Ketua KSI Chapter Banda Aceh.
Karena lelah menyetir dari Sigli, matapun tersisa 5 watt. Saya memilih tidur lebih awal untuk memulihkan stamina karen besok masih ada beberapa agenda lagi yang akan kami lakukan. Salah satunya menyaksikan pacuan kuda. Aseeek
Pagi pun menyapa, cuaca dingin menusuk ke tulang membuat kami rasanya enggan beranjak dari tempat tidur. Sarapan pagi dan kopi telah disiapkan agar pagi lebih sempurna. Kami semua siap-siap berkemas sekaligus checkout meski harus berebut antrian untuk mandi.
Let's go, kami pun berangkat menuju arena pacuan kuda. See u later guys!!!