Tulisan ini adalah sebuah pengejahwantahan pemikiran absurd yang tak berwujud. Dia datang dari akumulasi kemarahan akibat hasrat yang terpendam berhubung penyaluran tak kunjung kesampaian. Bagaimana mau disalurkan kalau sang penyalur asik tidur ngelindur setelah muak melihat para penguasa ngalor ngidul. Dan sebelum kemarahan itu berakibat fatal matinya ide sebelum sempat ditasbihkan kedalam platform keren ini, maka dengan ini uraian "KRITERIA PEMIMPIN ZAMAN NOW DITINJAU DARI KACAMATA BOBY" akan segera dimulai dengan senang hati. Selanjutnya saya tentunya berharap para pembaca semua bisa tetap menjaga kewarasan diri, karena saya tidak bertanggung jawab apabila ada yang gesrek setelah membaca tulisan ini.
Sebenarnya saya sudah berupaya untuk tidak baper dengan semua yan terjadi di muka bumi ini. Kenapa? karena toh semua yang terjadi memang harus terjadi. Jangan salah paham dulu, saya tidak bicara tentang takdir atawa nasib disini. Kebaperan yang melanda seseorang itu karena masih ada "Tuhan" dihatinya. Kalau "Tuhan" sudah tak bersemayam dihati seseorang, maka kejahatan akan bersimaharajalela diatas muka bumi ini. Jadi bagi anda yang suka baper, itu tandanya anda masih punya hati dan "Tuhan" didalam jiwa anda. Tidak seperti para panitia yang menjalankan roda pemerintahan negara tak berakar hari ini. Mereka semua terlihat sudah tidak lagi bisa baper karena hati mereka kemungkinan besar sudah mati.
Ada dua kriteria pemimpin yang sukses untuk menjadi pejabat publik pada zaman now dari hasil penerawangan saya. Kriteria tersebut saya terawang melalui proses kontemplasi yang panjang setelah mengumpulkan sekian banyak informasi dari keaktifan saya di media tetangga sebelah miliknya Mr. MZ. Untuk sekedar informasi saja, sebelumnya saya nyaris baleng akibat otak saya keseringan ditampol oleh berita-berita sampah di media sebelah. Berbagai postingan yang ada di tembok ratapan itu sungguh sudah tak berfilter sehingga berita beraroma tokay dan kasturi pun menjadi sulit dibedakan. Namun seperi pepatah asing, blessing in disguise atau berkah yang terselubung dari berbagai kekonyolan zaman now. Saya setidaknya berhasil menuliskan artikel yang rada-rada keblinger karena udah lama gak minum sanger ini...hahahaahaha
Ini dari tadi pada nungguin bahasan topik utamanya ya? Waduh, sori saya jadi terlanjur untuk ngelantur begini rupa. Oke, kita coba masuki ke topik yang akan saya coba uraikan tentang kriteria tersebut diatas. Kriteria kegilaan yang dikondisikan sedemikian rupa untuk menarik simpati dari masyarakat yang masih saja bisa dipikat oleh para calon pejabat yang udah jelas-jelas naga-naganya akan menjadi suksesor bangsat yang sudah ada. Masyarakat kita seolah tidak pernah belajar dari berbagai peristiwa demi peristiwa yang terbuka aibnya satu persatu untuk dijadikan pelajaran oleh kita bersama. Mungkin ini karena kita dijebak oleh jargon terkini "POLITIK JANGAN BAPER". Ini jargon kalo saya tahu siapa yang bikin pasti akan saya tampol bolak balik orangnya. Ini maaf kalo saya udah ngaco sangat nulisnya. Sebenarnya saya cuma mau menyampaikan tentang kriteria tadi saja. Tapi berhubung postingan yang baik musti diupayakan minimal 300 kata dengan tiga gambar, maka saya panjang-panjangin aja biar tercapai cita-cita untuk bisa post something hari ini. sebenarnya kriterianya simple saja. Yang pertama dia harus BULO alias Loba atau serakah. Yang kedua dia harus KEUMAH DIPEUTAJO atau bisa dikomporin untuk kemudian dijadikan boneka oleh para dalang yang mensponsorinya. ITU SUDAH...!!!
Jangan tanyakan kenapa? karena saya hanya ingin berbagi tentang apa yang saya lihat, rasakan, dan yakini. Anda tidak perlu ikut-ikutan dengan saya. Tetaplah pada kebenaran anda sendiri dan mari saling menghargai dengan mengupvote tulisan ini tentunya. Ntar pasti saya upvote balik deh. Last but not least, saya ingin menyampaikan lagi bahwa saya tidak bermaksud menyebar kebencian. Ini hanya tulisan ungkapan kebaperan saya dengan situasi yang ada. Situasi dimana kebebasan yang terjadi sudah sangat bablas sehingga semuanya menjadi bhleengg.
Terakhir bagi kawan-kawan yang masih keasikan di media tetangga. Come on, hijrahlah ke platform ini untuk kebaikan kita semua. Platform positip dimana kita terikat oleh rambu-rambu untuk senantiasa menjaga kepositipan itu. Disini kita bisa belajar banyak hal sembari mengembangkan diri dengan terus berkarya dan melakukan investasi jangka panjang yang akan berguna dimasa yang akan datang. Ingat, tidak ada yang instan. Kita harus merangkak dulu untuk kemudian berjalan dan berlari kencang. Berproseslah secara alami. Karena sesuatu yang alami akan selalu menarik untuk dinikmati.
Dengan Cinta
Reza Sofyan