Salam sahabat steemian semua, semoga kita selalu sehat dan diberikan kemudahan oleh Allah dalam segala urusan.
Mohon maaf sebelumnya, judul di atas bukan untuk membandingkan keduanya dari sisi apapun itu. Artinya, tulisan ini hanya sebagai bahan evaluasi untuk seluruh stemian yang ada di Indonesia.
Hari ini saya membaca dua artikel yang ditulis oleh dua stemian dengan kapasitas yang berbeda. Sehingga tulisan tersebut juga memberikan interpretasi yang sedikit bertolak belakang (tapi sedikit saja, hanya sedikit, tidak terlalu .... hehehe)
sebuah akun atasnama berasumsi bahwa Indonesia saat ini butuh kurator yang mampu menilai kualitas konten. Menurutnya, secara realistis saat ini dengan perkembangan steemit di Aceh dan Indonesia secara keseluruhan semakin pesat. Namun
khawatir pertumbuhan pengguna steemit ini tidak akan bertahan lama di indonesia akibat dari kecemburuan sosial yang dirasa oleh para stemian baru. Kecemburuan ini muncul karena Indonesia tidak memiliki standar kualitas sebuah konten yang dipublis melalui platform steemit ini. Misalnya, sebuah konten dengan informasi yang bermanfaat serta di tulis denan baik menggunakan kaidah penulisan yang benar, enak dibaca, fokus pada permasalahan yang ingin disampaikan serta memiliki kesimpulan, malah tidak mendapatkan reward atau vote nya kecil. Sementara sebuah postingan dengan tulisan yang biasa saja, malah mendapatkan reward atau nilai vote yang lumayan tinggi. Hal ini tentu akan menyurutkan semangat para stemian pemula dan pada akhirnya akan meninggalkan steemit.
Sementara sang kurator Indonesia berasumsi bahwa sebuah postingan yang bagus itu relatif. Tidak ada standar apapun yang penting tidak plagiat.
benar, steemit memang tidak menetapkan standar kualitas konten sebuah postingan. Akan tetapi sebagai kurator hal ini harus menjadi bahan kajian mendalam agar kiranya kegundahan ini dapat teratasi. Saya kira ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan bersama dan semoga menjadi catatan kurator bg
yang telah banyak menginspirasi generasi indonesia untuk selalu kreatif melahirkan karya di steemit ini. Beberapa catatan itu adalah :
- Perlu adanya standar konten sebuah postingan. Selama ini konten hanya dibatasi dengan "asal tidak plagiat" tulis saja. Saya kira kedepan KSI, NSC, BSC dan komunitas steemit lainnya diseluruh indonesia secara pelan-pelan dan continu melatih para anggota untuk dapat menulis dengan benar dan baik. Tentu dengan model dan metode yang yang relevan. Tentu juga harus fleksibel dan tidak kaku pada satu kaedah penulisan yang ribet. Artinya, setiap postingan itu mengajak pembaca untuk menghabiskan seluruh isi tulisan. bukan baca judul saja, langsung vote, karena penulisnya adalah kawan dekat
- Jangan ada GAP antara komunitas. Kita harus sama-sama membangun dan memperluas serta mencerdaskan seluruh bangsa untuk dapat menggunakan steemit dengan baik dan benar, tentu juga menghasilkan dollar, heheh.
- Kurator harus menjadi pemimpin yang mengayomi seluruh steemian. Memberikan arahan dan bimbingan. Setiap postingan dari stemian Indonesia semestinya diberi respon dengan comentar yang solutif demi membangun semangat pribadi penulis. Dan ini bisa dilakukan dengan oleh setiap pemimpin yang memiliki imajinasi kepemimpinan yang baik. Saya yakin kurator indonesia memiliki kemampuan ini dan kita juga harus mendukungnya.
Implikasinya, kurator indonesia tidak mampu berjalan sendiri tanpa dukungan kita semua. Apa yang ditulis menurut saya adalah sumbagsih pemikiran untuk pengembangan steemit di Indonesia. Dan
adalah kurator Indonesia yang saat ini tentu sedang berusaha keras menjawab segala kegundahan yang terjadi didunia steemit Indonesia, dan mealalui tulisannya dia juga telah menjawab kegundahan kita. Namun kita juga berharap akan ada solusi yang lebih komprehensif lagi terkait standar konten yang pantas diberi nilai reward.
Terima kasih dan
Terima kasih KSI dan NSC
Terima Kasih untuk semua steemian yang telah menyumbang gagasan untuk kemajuan steemit.