Kita yang “bermukim" di Steemit ini punya “kemiripan" dengan di Indonesia. “Kemiripan” yang saya bayangkan adalah dalam hal memilih wakil yang berkerja menjaga kepentingan kita, misalnya memilih wakil rakyat. Wakil inilah yang kita tugaskan untuk memastikan kepentingan kita rakyat dapat diwujudkan.
https://steemitimages.com/0x0/http://ipfs.io/ipfs/Qmd1uULYRmx7EG3JfWNGQaJSNQprKhriiYWfv9dVoxmsyz
Di Steemit, wakil yang menjaga kepentingan kita itu adalah Witness. Mereka inilah yang bertugas memastikan Steem blockchain berkerja dengan baik. Di Steem blockchain, solusi menjaga Steem blockchain berbeda dengan Bitcoin, yaitu melalui proof of work. Di Steem berlaku apa yang oleh Dan Larimer disebut Delegated Proof of Stake (DPOS). Ini temuannya pada 2014, dan Anda dapat mempelajari lebih lanjut di sini:
https://bitshares.org/technology/delegated-proof-of-stake-consensus/
Dalam makalahnya bertanggal 3 April 2014 Dan Larimer menyebut DPOS dapat memvalidasi transaksi dalam hitungan detik sekaligus memberikan keamanan yang besar dalam periode yang lebih singkat daripada semua bukti saham yang ada.
...proof of stake that can validate transactions in seconds while providing greater security in a shorter period of time than all existing proof of stake systems. Dan Larimer
Bagi saya, yang menarik dari penerapan DPOS di Steem, BitShares dan juga di EOS ini adalah bahwa kita sebagai pemilik kepentingan di Steemit dapat dengan mudah “mengakhiri” tugas Witness manakala tidak mampu atau tidak becus melaksanakan tugasnya dengan baik dengan mencabut voting. Kalau di Indonesia, bila wakil rakyat tidak becus maka kita boleh tidak memilihnya lagi pada musim pemilihan dan mengantikannya dengan wakil rakyat yang lebih bagus. Untuk itu, sangat penting untuk mengetahui rekam jejak wakil rakyat, juga tentunya witheness.
"Berkenalan" dengan 
Saya mengenali beberapa witness yang sudah saya pilih, dan mungkin terbuka kemungkinan untuk memperbaharui dengan memilih witness lainnya, dan salah satu yang sedang saya pertimbangkan adalah .
Saya mengenal lewat postnya berjudul “Steemit Good News Story #1 Attacking Global Poverty with STEEM and Steemit.”
Melalui post yang ditulis berdasarkan data Steemsql ini saya terbuka mata bahwa Steem berkontribusi bagi pengentasan kemiskinan di Indonesia. Pos itu menginspirasi saya untuk menulis post berjudul “Steemit, Solusi Cerdas Entas Kemiskinan di Aceh” yang juga saya publish di media yang saya pimpin, yaitu aceHTrend.
https://steemit.com/indonesia/@rismanrachman/bisakah-kita-kaya-dengan-menjadi-kreator-konten
http://www.acehtrend.co/steemit-solusi-cerdas-entas-kemiskinan-di-aceh/
Sudah pasti saya terus memantau perjalan khususnya terkait perhatiannya kepada Indonesia. Saya juga senang karena
juga salah seorang Steemian yang cukup akrab dengan Steemian dari Indonesia. Hanya saya yang super kurang berkomunikasi dengan
karena problem bahasa Inggris. Meski begitu, saya terus mengikuti postingannya dan sebisa mungkin menterjemahkan postingannya melalui google translate untuk saya pahami.
Dalam catatan saya, termasuk sosok yang adil dalam memberi penilaian. Melalui postnya
pernah menunjukkan perhatian soal plagiasi dan spam di Indonesia, namun pada saat yang sama dia juga mengapresiasi pertumbuhan Steemian dari Indonesia, dan untuk itu ia cukup menghormati komunitas yang berkerja keras untuk mendukung pertumbuhan Steemit di Indonesia.
https://steemit.com/steemit/@paulag/why-steemit-should-care-about-indonesia
I have been working with the Indonesian Community and have belief in their ability, their willingness to learn and to grow and their ability to aid Steemit reach the traffic levels it requires. I hope more people will join me in educating this community and supporting this community and let them promote, bring new users and much needed traffic. By @paulag
Terkini, salah satu post dari yang berisi pesan semangat kepada Steemian Indonesia untuk terus menghadirkan konten di Steemit, dan jangan berhenti karena Steem dan SBD yang harganya sedang turun. Paulag juga menyampaikan pesan untuk terus terlibat dan ambil bagian dalam komunitas.
Saya senang membaca nasehat/pesan itu karena sebelumnya nasehat yang sama juga kerap disampaikan oleh Kurator Indonesia dan
serta beberapa Steemian lainnya. Pesan
ini cukup membantu memecah kebekuan bagi Steemian [teman-teman saya di Ulee Kareng] yang kurang peduli pada nasehat orang sekampung.
Teman-teman Steemian, inilah pandangan sekilas saya tentang witness dan terkhusus tentang , dan tentu saja ini pandangan pribadi yang tidak dimaksudkan untuk mempengaruhi Anda untuk memberikan upvote kepada
apalagi jika Anda memiliki pandangan berbeda dengan saya tentang
. Tapi, jika Anda ingin mempertimbangnya sebagai bahan untuk memberi voting kepada
, mungkin post ini bisa menjadi penambah alasan.
Untuk menambah informasi Anda tentang post dari
ini dapat menjadi bahan bacaan dan pertimbangan:
Saya berharap, bila menjadi withness apa yang ditulis dalam pembukaan post
dilakukannya, yaitu:
Empowering Curators, Community Leaders, and Minnows. Valuing engagement and positive interactions. By
Sebenarnya, ada beberapa yang juga dalam pantauan saya, salah satunya adalah , dan satu lagi yang sedang saya pertimbangkan untuk mendukung yaitu Steemian dari Aceh, Indonesia. Tapi untuk sementara post ini saya cukupkan tentang
terlebih dahulu.
Catatan:
Tentang siapa saja yang sudah masuk dalam daftar 100 witness Anda, termasuk peran witness dapat dibaca langsung di sini: