Kisah ini tidak dipicu oleh pernyataan Rocky Gerung tentang fiksi yang memicu kontroversi di media sosial, dan malah membuat Rocky Gerung makin bisa memetakan siapa yang bertahan dengan keduguannya demi kiblat politik masing-masing.
Ini cerita saya dan Curie. Cerita delapan bulan lalu, cerita yang mendorong saya memiliki imajinasi tentang blockchain, cryptocurrency, dan Steem.
Hari itu hari ke-10 saya menyajikan konten di blog akun saya . Bukan kontennya yang menarik buat saya, tapi kisah yang terselip dibelakangnya.
Kisah Promo Gagal
Malamnya, saya mencoba menjadi seorang Steemian yang melakukan aksi #promo-steemit kepada seorang teman lama, teman yang almarhum suaminya adalah teman kerja advokasi di masa konflik hingga kami berdua terdampar di BRR Aceh - Nias paska damai.
Saya gagal mengajaknya pindah dari Facebook ke Steemit. Meski begitu, dia menawarkan aksi liputan dan membolehkan saya untuk memposting di Steemit. Sejak pagi sekali si kawan sudah bergerak dari rumah, dan sejak itu pula dia mulai mengirim kisah.
Namun, karena jaringan internet tidak bersahabat maka dialog jarak jauh, Banda Aceh - Takengon tidak berjalan mulus. Akhirnya, ia sendiri berinisiatif mengirim semua bahan yang menurutnya cukup, sedang saya diliputi rasa gundah karena bahan yang menurutnya sudah dikirim, tidak masuk-masuk.
Liputan yang saya jadikan bahan posting pada hari ke-10 itu adalah feature tentang Tari Saman Massal yang menjadi perhatian dunia. Kala itu, hampir semua media di dunia mengarahkan matanya ke Negeri Gayo, Aceh. Tari Saman Massal itu betul-betul efektif untuk menarik perhatian dunia, kala itu.
Ketika semua bahan tiba, saya menjahitnya menjadi kisah dengan perasaan seorang peliput. Saat itu, saya tidak menjadi diri sendiri, melainkan menjadi sosok sang kawan yang menulis hasil liputannya menjadi feature yang ringan untuk dibaca.
Setelah memastikan semuanya, saya menekan tombol posting, dengan harapan dibaca oleh Steemian lainnya. Pada saat itu, sebagaimana sebelumnya, saya tidak menanti upvote besar sebab sangat sadar diri, masih sebagai Steemian baru.
Steemit dan Imajinasi
Ternyata post berjudul "Cerita Kawan Tentang Gelar Tari Saman Massal 10.001 di Tanah Gayo" yang saya post pada usia 11 hari berada di Steemit itu justru menjadi post yang memicu imajinasi saya tentang blockchain, cryptocurrency, Steem dan Steemit.
Keesokan harinya post itu mendapat reward yang pada hari terakhir (past payouts) bernilai $14.40. Angka reward itu tentu saja mengejutkan. Meski begitu, saya masih tetap cuek dan pura-pura tidak gembira. Tapi, diam-diam saya mengintip siapa saja nama-nama yang telah menekan tombol upvote.
Hari itu adalah Jumat, 11 Agustus 2017. Itulah hari saya memiliki imajinasi tentang dunia blockchain. Sebelumnya, saya sempat dihinggapi gundah. Ada banyak suara yang nyaris membuat saya tidak aktif di Steemit khususnya bila dikaitkan dengan bahasa.
Kala itu, saya masih ingat tentang perbincangan kawan-kawan bahwa bahasa Indonesia di Steemit adalah project tidak laku. Saya memang tidak bisa bahasa Inggris, tapi saya punya banyak kawan yang bisa dimintai tolong untuk menjadikan post saya dalam bahasa Inggris ketimbang menempelnya di Google translate.
Alkisah, suatu kali saya pernah mencoba menempel draft post saya di google translate dan hasilnya malah dimarahin oleh karena salah dalam memilih kata untuk pemancing. Sep bereh kiraju. Sejak itu saya lebih memilih meminta tolong dari kawan, salah seorangnya adalah
. Saya gagal mengajak perempuan hebat dari Gayo Lues, Sri Wahyuni masuk Steemit, tapi saya berhasil mengajak blogger tangguh dari Bandung, Mariska Lubis untuk "bercinta" dengan Steemit untuk "melahirkan" post yang asyik.
Kembali ke upvote pada post di hari ke-10 itu, saya melihat sebuah nama, Curie. Sejak itulah Curie kerap datang berkunjung ke post saya. Saat itu saya sama sekali tidak mengenal siapa Curie, cowokkah, cewekkah atau sebuah nama project.
Permata Berkualitas
Saya baru tahu tentang Curie setelah mencari tahu, dan mendapatkan post milik . Ternyata itu nama sebuah proyek.
Tim Project Curie terdiri dari:
,
![]()
,
.
![]()
,
,
, plus kontributor
,
,
,
,
dan lainnya. By @donkeypong.
Masih menurut , kehadiran mereka dalam Tim Project Curie adalah untuk membantu pendatang baru yang hadir dengan postingan berkualitas tapi tidak cukup mendapat perhatian, dan mereka hadir untuk mendapatkan konten berkualitas dan memberi upvote mereka. Dengan tim kurator, mereka berkerja 24 jam untuk mencari apa yang disebut
kerja "menemukan permata berkualitas."
Mengetahui ada pihak-pihak yang peduli dan bahkan berkerja untuk menemukan post permata, saya makin optimis meski saya kerap hadir dengan post berbahasa Indonesia. Hanya sesekali hadir dengan bahasa Inggris hasil bantuan kawan ketika post itu saya kira penting juga untuk dibaca oleh Steemian luar negeri. Sejak hari itu hingga di hari 251 ini saya terus bergairah mendalami blockchain, cryptocurrency, Steem bahkan hingga jauh dan dalam.
Jadi, adalah sebuah projek yang kini masih kerap hadir. Karena itulah ketika
memanggil lewat post Call for of Delegation saya langsung mengirim 100 SP. Andai SP saya masi utuh saya tentu akan memberikan lebih dari 100 SP, namun karena sebahagian SP saya sudah lebih dahulu saya delegasikan dan akan segera mendelegasikan 200 SP maka saya hanya bisa mendelegasikan 100 SP.