Lihatlah, aku bisa karam. Bisa sekacau ini, bisa hancur dengan nyala yang tak padam. Membara, sampai membunuhku tanpa aba-aba. Lihatlah, tubuhku telah ambruk di hadapmu. Luluh tanpa daya.
Lihatlah, dengan begini kamu tahu kedatanganmu itu perlu diceritakan. Seberapa besar kekuatanmu mencerai kerapuhanku, membawa malapetaka, atau semata-mata mengenalkan pada debar yang akan menghidupkan sisa-sisa kematian.