Tuan,
Sesore ini Aku tlah lari dari isi kepala yang hampir muntah
Tak ada lagi rasa dalam pikiran, menjauh darimu seperti terbirit-birit siluet raga sendiri
Hilang lah!
Seperti abu kematian yang terbang dalam pusaran bumi
Aku,
Menjarah mimpi yang beruap kemarin lalu
Seolah itu bukan milik
Kini ia mengejarku, bergelayut dalam bayangan
Menangisi rasa berat yang tak lagi dapat kutanggung, pergilah!
Riak hujan tipis hanya mengundang mendung
Aku tak lagi mengingat menit ke berapa kopi ini tandas
Spageti pun hanya tersenyum
Mereka saling mencanda dengan jasadku
Aku yang hakiki menguap dalam embun tipis mendung kali ini
Ironis!
Embun tipis mendungkan netra yang semakin membayang
Aku melihatmu dalam siluet mendung
Seperti taburan abu kematian yang terapal
Bisik kejiku, Tuan
Sukabumi disela pulang-pergi
Selasa, 06-11-2018
View this post on Steeve