Ku Mulai Hari Ini (VI)
Menjalani aktivitas pada hari minggu mungkin adalah kegiatan rutin yang ditunggu oleh sebagian dari kita, namun berbeda bahkan jauh berbeda dari saya, pada hari minggu menghabiskan waktu dengan kurang bermanfaat, meski demikian saya tetap bersyukur.
Bangun yang agak kesiangan membuat Handphone ku dipenuhi dengan panggilan tak terjawab, pesan WA yang banyak sekali tak terbaca, ya ada sebagian dari mereka yang hanya mengirim pesan Spam, namun ada yang serius membangunkan, namun usahanya sia-sia, karena saya tak bangun-bangun, maafkan saya wahai pembangun setia.
Kamar mandi adalah tujuan utama saat membuka mata, karena keinginan untuk membersihkan muka, gigi dan perut sepertinya bagai rutinitas yang bersipat abadi, apa hendak di kata ya itu adalah bagian dari pola hidup sehat.
Setelah melalui prosesi yang bagian dari membersihkan diri, saya bersiap-siap, berpakaian dan tidak pernah lupa mengenakan wewangian khas saya, juga pelembab dan diadoran, ternyata nasi sudah di siap di masak oleh kawan-kawan yang satu kos dengan saya, Alhamdulillah langsung saja kami makan bersama.
Lagi menikmati makanan, ada-ada saja masuk pesan ke HP saya, ini adalah pembritahuan bahkan ada pertemuan dengan salah seorang penting di Negeri Aceh ini, meski sepenting apapun dirinya, saya tidak bisa menghadirinya, karena saya sudah berjanji dengan adik saya, akan mengantarkan Handphone ke kosannya.
Sesuai janji dengan adik saya, langsung saja saya antarkan Handphone kepadanya, secara otomatis janji dengan tokoh politik negeri ini, saya mohon diri untuk tidak hadir, sampai di kosnya, saya tidak ada melihat perubahan yang signifikan baik dari halaman kosnya, atau penghuni kosnya.
Perut ku mulai merasakan lapar kemabali, padahal tadi saya sempatkan untuk mencicipi masakan di kos-an, saya pamit kepada adik saya, setelah Handphone saya berikan.
Sampai di warung saya melihat sosok yang tidak asing, ternyata dirinya adalah Miftahul Rizki, saya sapa dirinya, saya pesan nasi kemudian saya duduk semeja dengannya.
Tidak lama dari kami berbincang sejenak, ternyata dirinya baru pulang dari Kota Dingin (Takengon).
"Ini ada bubuk kopi bang" Dia memberikan bubuk kopi kepada saya, dengan senang hati saya terima.
Kami lanjutkan diskusi hingga nasi yang ada dihadapan saya habis, dan sisa ikan saya berikan kepada kucing yang sedari tadi merengek menginginkan untuk kuberikan ikan.
Waktu telah mengharuskan saya kembali ke kos, karena ada sesuatu hal pekerjaan rumah yang mesti saya kerjakan, kurang lebih adalah nyuci piring, nyuci baju dan mandi lagi, karena cuaca lhokseumawe begitu panas.
Hingga sore kami di kosan bahkan hingga aku istirahat, karena kami kedatangan tamu terus-terusan yang membuat saya tidak bisa pergi terlampau jauh, bahkan keluar rumah.