Hii, sahabat steemians dimanapun berada, semoga selalu dalam sehat.
Bapak
Seperti biasa saya dan teman - teman menikmati prosesi perkuliahan dimana saat ini saya sudah semester V, hari ini kami belajar dengan dosen yang selalu memotivasi kami, baik dalam dunia menulis dan dalam keilmuan Anthropology beliau adalah .
Masih dalam keadaan semangat saya masuk kelas, sekitar jam 11 pagi tadi. Belajar Antropologi Linguistik itu memang pelajaran yang menyenangkan, selain di pandu oleh dosen yang sudah ahli dalam bidangnya kami juga dibajak untuk berpikir kreatif menganilasa bahasa - bahasa yang di gunakan oleh beberapa suku, baik dalam pepatah Gayo, Alas, Singkil, Aceh dan Melayu, Minang juga Karo.
Mungkin sahabat steemians bertanya - tanya kok bisa begitu banyak keberagaman di contoh suku yang saya paparkan, itu karena kami memang berasal dari beberapa daerah yang kuliah di jurusan yang kami bangga belajar di sana yaitu jurusan Antropologi.
Saat bapak meminta kami untuk memberikan pepatah dari bahasa, kemudian saya memberika salah satu pepatah Gayo yang selalu teringat di memori ingatan saya yakni.
(i atas ara bintang tujuh, i tuyuh ara kal pitu mata)
Kain adat Gayo ( Ulen - ulen )
Setelah kami membincangkan makna contoh yang saya berikan tentu di pandang secara kaca mata Antropologi Linguistik, kemudian teman - teman juga sangat bersemangat memberikan contohnya.
Setelah beberapa saat kami berdiskusi, tibalah waktu isterhat dan tentu tidak ketinggalan absen yang selalu kami isi pada pertemuan. hehehe