Duduk berdiskusi di suatu tempat yang nyaman tentu tidak semua orang mendapat kesempatan ini, apalagi di temani dengan secangkir kopi atau sebotol jus Al-pukat dari dataran tinggi Gayo.
Bagi manusia yang kerjanya berdiskusi dengan teman-temannya seperti saya ini, akan sangat bahagia jika di hadiahkan dengan ajakan, Bang Kapan kita duduk, atau bang kapan kita diskusi lagi.
saat menjadi pembicara di tengah-tengah saudara HIMAGA
Ajakan itu sudah sering saya terima dengan senang hati juga saya memenuhi ajakan itu, meskipun sebagian di ajakanya ngopi tapi dia pesan jus, teh atau susu, yang penting namanya ngopi katanya.
Makna ngopi kalau di lihat untuk Kids Zaman Now, sudah tentu bersebrangan dengan Kids Zaman Doloe, mengapa demikian karena itu tadi, katanya ngopi, eh ternyata dia malah pesan bukan kopi, jika dahulu ngopi ya benar-benar ngopi, malah orang Gayo ada punya kata-kata bijak.
Mulie Ni Jamu Karena Kupi, (Mulianya tamu karena Kopi-Gayored).
Sama halnya dengan yang saya hadapi saat ini, duduk ngopi tetapi saya lebih sering sekarang pesan susu hangat atau jus Al-pukat, bukan karena saya tidak suka kopi karena saya suka, tapi saati ini lagi belajar berhemat. wkwkwkwk
Menikmati kopi Kintamani, Bali Story
Terlepas dari cerita kopi, sore ini kami duduk membicarakan beberapa hal yang menarik apabila di lirik, yaitu berdiskusi mengenai media steemit, yang saya sebar luaskan virus budaya literasi ke beberapa teman di salah satu paguyuban besar di Lhokseumawe-Aceh Utara yakni Himpunan Mahasiswa Gayo dan Alas (HIMAGA) Lhoseumawe-Aceh Utara.
Hafis Ronaldo, , Sandi Ariga, Hermawansyah, Yarmasi Kuterayang, Marini Aswani Ciek, Eliza Fatmi dan Landian Lestari itulah nama yang mendengarkan dengan Hikmad saya bercerita mengenai media terkece ini saya kira.
Tanah Lot, Bali Story
Mereka bertanya bertubi-tubi dan sangat aktip, sehingga saya sangat bersemangat menjawabnya, tentu juga menjelaskan, keuntuntungan nya, kerugian juga kesenangan.
Karena beberapa dari kawan kami ada yang nantinya akan menjadi seorang ibu, maka kami harus bergegas untuk pulang ke kos-kosan masing-masing, kemudian saya bilang "Besok kita duduk lagi dan kalian akan daftar", mereka hampir serentak mengungkapkan "iya"