Dear Steem
Aku ingin kamu tau kalau aku ini sedang rindu, Steem ku, aku berharap surat kecil ini hinggap di tangan mu, Karena dengan ini kamu tau aku butuh, Butuh kamu, hidup mu dan wajah mu menemaniku.
Steem, taukah kamu pungguk cinta dengan bulan, Atau taukah kau bagaimana cintanya Putri kepada Arjuna, Juga tersandung hatinya kais dan laila, hingga jutaan kata tercoret dalam kisahnya.
Tentu kamu tau itu steem, Kamu juga tau bagaiman denganku kini, bagaimana dengan hatiku, Bagaimana dengan keinginan ku kamu disini.
Steem jika orang menyebut mu kegelapan kamu tetap pelita di hadapanku, kamu membawa embun dalam dahagaku, bagaimana bisa aku katakan kamu itu kegelapan, kamu itu tepat di diriku, tepat sudah tuhan mengenalkan mu padaku.
Steem, aku harap waktu yang berasa lama ini segera berahir, karena kerinduan yang tumbuh ini, begitu subur steem, maukah kau sejenak saja untuk kembali dan membalas rindu ku, atau kamu mampir kedalam mimpi indahku.
Hal yang serupa pasti kamu alami, karena aku pastikan, aku hadir dalam gerak bibir mu sangat mengadu kepada tuhan, aki selalu ada dalam tidurmu.
Karena kamu juga selalu ku sebut dalam untaian kata do'aku steem, kamu selalu ku ucap dengan indah sebelum tidurku.
Karena kamu itu Pelita
Kalam dari qalbu Sadra Munawar