Orang Aceh masa Kesultanan Iskandar Muda umumnya Pengusaha (Pedagang), sehingga pertumbuhan ekonomi pada masa itu sangat stabil. Pengaruh banyaknya Pengusaha di Aceh, dikarenakan pada saat itu Aceh mempunyai perairan strategis untuk perdagangan, percampuran suku, keturunan Masyarakat Aceh juga tidak terlepas dari lalu lalang nya Pedagang Internasional di perairan Aceh. Masyarakat Aceh pada saat itu banyak yang menikah dengan para pendagang pendatang dari luar Negeri, mulai dari pendatang dari Arab, Turki, Cina, Portugal, Hindia dan banyak lainnya. Pendatang yang sudah berkeluarga dengan orang asli Aceh kebanyakan tinggal dan menetap di Aceh, dan memiliki keturunan campuran antara pendatang dan Pengusaha. Masa yang sangat jauh berselang antara kerajaan Iskandar Muda dengan masa kita sekarang, membuat kita tidak tau lagi, dari suku apa kita di lahirkan. Jangankan kita mungkin orang tua kita juga tidak mengetahuinya. Dari pengetahuan saya yang sedikit tentang asal usul orang Aceh, sehingga saya mengambil kesimpulan, sangat wajar Aceh banyak melahirkan para Pengusaha dan sangat wajar pula, banyak pengusaha-pengusaha sukses asal Aceh yang tumbuh dan berkembang diluar Aceh. Dengan beragam sebab dan musabab, terutama karena Aceh dulunya terkenal dengan Daerah Konflik. Saat itulah Pengusaha-pengusaha Aceh berusaha mencari peruntungan di luar Aceh, bahkan di luar Negeri. Pasca Komflik, para Pengusaha Aceh yang sudah sukses diluar Provinsi Aceh bahkan luar Negeri, belum berani membuka dan mengembangkan usaha di Aceh, namun bukan berarti semua Pengusaha Aceh pesimis terhadap pasar Aceh pasca konflik, buktinya pasca konflik berkecamuk di Aceh, banyak Pengusaha Aceh berusaha memajukan Aceh dengan cara menanamkan modalnya. Salah satunya adalah Tgk. Mustafa Kamal dari Kecamatan Seunuddon Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh.
Beliau membuka usaha Produk Pelangi Shop Aceh, Pelangi Shop Aceh adalah sabun cuci piring sejenis SUNLIGHT, sabun cair rhah pingan produk beliau bertempat di Kecamatan Seunuddon Kabupaten Aceh Utara. Dengan adanya usaha beliau tersebut, sekurang-kurangnya dapat mengurangi pengangguran, khususnya di Kecamatan Seunuddon Umumnya Kabupaten Aceh Utara. logo Pelangi Shop Aceh sangat identik dengan Aceh, mungkin ini sebagai salah satu cara untuk menarik minat Masyarakat Aceh terhadap produk tersebut.
Pengepakan "Sabun Cair Rhah Pingan" dengan nama resmi "Pelangi Shop Aceh", dengan memanfaatkan tenaga kerja pengangguran yang ada di Kecamatan Seunuddon Kabupaten Aceh Utara.
Setelah selesai proses pengepakan, dilanjutkan dengan mengatur dan menghitung jumlahnya.
Para Komunitas Steemit Indonesia yang sangat kami hormati, terutama mas dan
. Produk Sabun Pelangi Shop Aceh ini masih baru dan belum begitu terkenal dikalangan Masyarakat Aceh, mungkin melalui media sosial steemit ini mas
dan
selaku Currator KSI bisa membantu mempromosikan produk tersebut, begitu juga dengan kawan2 Steemians Aceh Utara dan Lhokseumawe, seperti Bg
,
,
,
,
,
,
dan yang lainnya, begitu juga yang di luar 2 Kabupaten/Kota tersebut seperti Bg
,
dan lain-lain.
Salam Komunitas Steemit Indonesia (KSI)
By