Dunia steemit merupakan peradaban baru, hampir dipastikan masa depan adalah era digital, meminjam teori Darwin, monyet yang tidak berevolusi akan tetap jadi monyet, dan evolusi peradaban adalah dunia steemit.
Namun sejarah berulang, walau dalam versi berbeda, zaman dulu manusia hidup bersuku-suku, dunia steemitpun demikian, semua punya komunitas (kalau tak dibilang suku), kalau tidak bergabung kedalam suatu komunitas jangan harap kita bisa berkembang di Steemit. Berjuang sendiri dan mengharap vote dari pemain besar...? Hehe ibarat mengharap purnama di siang bolong (kecuali datangnya dari Bireuen ). Tidak mungkin seekor kucing duduk bersisian dengan serigala..
Hal tersebut dimanfaatkan betul oleh bunda (yang memenangkan kontes promo steem perempuan). Dengan kemampuan dan kapabilitas yang dimiliki berhasil mengimigrasikan perempuan terdidik untuk bersteemit ria. Dan suku barupun terbentuk, sudah barang tentu
akan jadi kepala sukunya, dengan kemampuan yang dimiliki tidak tertutup kemungkinan beliau akan menjadi the next 'Benazir Bhuttoo' nya steemit.
Diam-diam sebenarnya saya ingin menjadi pemateri dalam acara tersebut, dibandingkan dengan dan
serta
sebagai kompor pemanas steemit,, tentu saya ingin mengajak peserta melihat steemit dari sisi lain, mereka sudah dalam puncak kegemilangan di dunia steemit, perasaan ketika tidak mendapat vote dan bertahan dalam keputus asaan tentu stemian seperti saya yang lebih berpengalaman. Atau kehilangan ide untuk menulis tidak serta merta bisa kita tiru mentor saya
yang sudah malang melintang di dunia tulis menulis, apalagi meniru seorang
, tentu jauh panggang dari api, pengalaman tersebut yang akan dihadapi para stemian pemula seperti saya, tapi itu ..... tidak mungkin kucing bersisian duduk dengan serigala..hehe..
Diluar semua itu, congrets untuk bunda atas pencapaian dan ide briliantnya... Saluuuuuut!