Hari ini di WAG keluarga si adek mengirim foto. Setelah kelar download, terpampanglah foto itu. Rupanya sebuah undangan. Bukan undangan nikah lo ya, mbaknya dulu lah, baru dia 😂😂😜
Ini nih undangannya, undangan wisuda.
Begitu baca yang tertulis di atas namanya, jadi ngefans aku sama dia haha. Selamat ya bro, bisa menuntaskan amanahmu dengan husnul khotimah, semoga keberkahan senantiasa mengiringi jejak langkahmu. Berkah ilmunya dan mberkahi untuk orang lain juga.
Kalau aku bilang, dia ini adalah salah satu contoh orang yang nyemplung kedunia yang sesuai bakat dan passionnya, maka jadilah dia sekarang (ojo geer bro). Sedari kecil dia memang tertarik dengan olah raga. Sejak pra sekolah sudah mulai dikenalkan juga dengan seni bela diri dan berbagai macam jenis olah raga lainnya. Namun, dikemudian hari seni bela dirilah yang mulai ia tekuni. Sejak di bangku SMP hingga SMA dia selalu mendapat kepercayaan dari sekolah untuk mewakili sekolah dalam berbagai ajang kejuaraan. Walaupun jiwa kekanak-kanakannya masih saja timbul-tenggelam ketika event-event perlombaan itu datang. Keinginan menjadi yang terbaik ada, tapi malasnya juga kadang melebihi itu. Kami (aku dan keluarga) kadang jadi gemas dibuatnya. Menyemangati sampai habis tenaga juga tak digubrisnya, barulah di akhir pertandingan dia berkeluh kesah, "Yah, cuma juara blablabla." Dan disitulah pembelajaran sebenarnya sedang dimulai 😉
Sekarang ketika dia berkeluh kesah tentang anak-anak bimbingannya, aku hanya bisa berkata, "Hayo podo karo kowe to?" (Halah, sama saja dengan kamu kan?) Maksudnya dia yang dulu. Makanya, ketika sabarnya mulai menguap menghadapi anak-anaknya itu, saya hanya tertawa, sambil berkata, "Yo sing sabar" (Ya yang sabar).
Perjalanan sampai di titik ini pun tak mulus-mulus saja. Tapi ada tangis, kecewa, galau, juga perjuangan yang luar biasa. Begitu lulus SMA, niatnya sudah bulat untuk melanjutkan ke jurusan olah raga. Namun apa daya, kampus dan jurusan yang ia damba menolaknya. Sedih? Pastilah, itu manusiawi. Tapi jiwa lelakinya menampakkan ketegaran. Salut!! Dia pun tak menyerah, kemudian belok arah dan mendaftar ke jurusan Pendidikan Agama Islam di salah satu kampus ternama di Yogyakarta.
Satu tahun berlalu, dia kembali memanfaatkan golden ticket untuk kembali merajut mimpinya. Dengan sungguh-sungguh ia persiapkan semuanya. Ia lakoni tahapan tes-tesnya. Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan untuk bermesraan dengan cita-citanya. Dia diterima di jurusan dan kampus yang ia damba. Mungkin Allah ingin melihat kesungguhannya berjuang dulu, agar dia belajar menikmati lelah dan manisnya perjuangan.
Setelah diterima, kemudian dia berstatus sebagai mahasiswa di dua kampus. Namun, karena keterbatasan waktu dan tenaga untuk pulang pergi Gamping-Karang Malang-Perum Banteng dalam sehari, dia pun memilih fokus untuk belajar Ilmu Olah Raga. Eits, bukan berarti dia mengesampingkan agama ya.
Selama kuliah, saya memang tak tahu banyak lika-likunya, karena saya hanya membersamainya selama dua tahun di Jogja. Yang saya tahu, dia hanyalah mahasiswa pas-pasan, yang kadang juga kelaparan dan kehabisan uang. Kalau sudah begitu dia akan menelpoku dan tiba-tiba sudah di depan kosan. Seperti alarm minta ditraktir kalo sudah begitu 🤣🤣🤣 Kalau saya pas ada uang cukup ya makan sendiri-sendiri, tapi kalau saya juga tidak ada uang, ya makan sepiring berdua di Burjo Ragil Kuning depan kosan. Saking seringnya dia mampir kosan malam-malam buat minta ditraktir, santerlah teman-teman ngecie-ciein kami, apalagi makannya sepiring berdua kan? 🤣 Padahal itu mah edisi penghematan yang mereka tidak tahu 🤭🤭
Alhamdulillah mas bro, akhirnya purna juga tugasmu sebagai mahasiswa. Selamat bisa mengundang Bapak-Ibu ke acara wisuda. Mereka pasti bangga!
Iya ini wisuda, wisuda(h) bro!!! Tapi ini bukanlah akhir, kamu baru akan memulai babak baru dalam kehidupanmu. Jangan berhenti dan puas diri sampai disini. Masih banyak yang harus kamu perjuangkan. Mimpimu, cita-citamu, juga cintamu #eaaa
Jadilah pendidik yang baik bagi murid-muridmu. Jadikan bakat dan passionmu ini sebagai ladang beramal solih. I'm proud of you my lil Brother 😍😘 Maaf tidak bisa datang dihari wisudamu. Salam dari Taiwan.
Tulisan singkat ini siapa tahu besok bisa masuk ke buku Biografimu bro 😁😁