Beberapa hari sebelum kebetangkatan awak menuju 1st National Meet Up KSI di Bandung beberapa saat lalu, #bivakemperoom kedatangan tamu. Tamu itu adalah sepasang jurnalis dari harian Serambi Indonesia -sebuah media cetak terbesar di Aceh- yang entah dari mana tahu soal persinggungan
dan awak
.
Sore itu, sebagian besar orang bivak sedang sibuk menulis postingan untuk diunggah ke steemit. Saat sepasang wartawan itu datang, setiap orang sedang khusyuk dengan gawainya masing-masing dan dari air mukanya, kutebak keduanya takjub dengan ketekunan para steemian di #bivakemperoom.
Ketika perbincangan di mulai, sepasang jurnalis tadi memeperkenalkan diri sebagai wartawan yang mengasuh rubrik Millenials di Harian Serambi Indonesia edisi akhir pekan. Rubrik ini khusus mengulik fenomena yang sedang hits dikalangan pemuda dan remaja. Dan kemunculan steemit mengusik rasa ingin tahu mereka sehingga hari itu mereka datang ke untuk menggali beberapa informasi.
video: serambitv
Kesempatan ini tentu saja tidak kulewatkan begitu saja. Ini adalah kesempatan yang baik untuk mempromosikan steemit melalui media cetak yang distribusinya telah mencakup hingga ke pedalaman Aceh. Meski beberapa kali aku bingung harus bercerita apa sebab kedatangan mereka begitu tiba-tiba, tapi senang sekali akhirnya bisa mendapat kesempatan mempromosikan steemit melalui media cetak terbesar di Aceh ini.
Sebelum ke #bivakemperoom, mereka sebelumnya juga telah mewawancarai seorang steemian perempuan . Kak jumaida saat itu bercerita soal perannya memperkenalkan bahasa Aceh sebagai salah satu bahasa yang digunakan dalam aplikasi #eSteem besutan
.