Melupakan mantan itu memang sulit, tapi harus dilakukan. Tak apa jika harus berpura-pura asal kelak kamu akan lupa bahwa sedang berpura-pura saat ini. Jalani saja dulu, jangan takut jika tidak bisa. Aku pun berpikir demikian, tapi bukankah usaha tak pernah mengkhianati hasil?
Marah karena merasa kita telah dibohongi. Dendam karena merasa kita telah dipermainkan. Boleh tidak kita merasa marah? Boleh sekali. Kenapa? Karena kamu masih punya hati yang jika diinjak akan bereaksi sangat serius. Lalu, boleh tidak kita merasa dendam? Boleh saja menurutku, karena aku sendiri ini adalah perempuan pendendam. Aku akan membalas apapun yang aku rasakan tanpa celah sedikitpun. Aku punya cara tersendiri untuk membalas dendam, kamu mau tahu?
1. Jadi lebih cantik
Aku tidak bermaksud untuk menyuruhmu memakai make-up yang tebal agar terlihat lebih cantik. Kamu hanya perlu menjadi cantik secara alami. Misalnya melakukan perawatan, maskeran wajah, dan tentu saja berolahraga. Kamu memang sudah cantik sekarang, tapi perbaiki lah lagi apa yang harus diperbaiki termasuk hatimu. Ku rasa nantinya dia akan kaget dan tentunya menyesal melepaskan bidadari secantik dirimu.
2. Berbahagialah, temukan kebahagian baru
“The best revenge of all: being happy; nothing drives people crazier than seeing someone living a good life. – unknown”
Kuberitahu bahwa sumber kebahagiaanmu bukanlah hanya ada pada dirinya saja, kamu bisa mendapatkan kebahagiaan dari manapun. Jadi, jangan takut untuk berbahagia. Kamu bisa pergi ke tempat-tempat baru dan bertemu orang-orang baru. Saranku, saat berkenalan dengan orang baru, tanamkan niat bahwa kamu hanya ingin menyembuhkan diri sendiri dengan bertemu kepala-kepala baru bukan untuk cari pacar baru. Sebab kalau niatnya untuk cari pacar baru, efeknya akan jauh berbeda. Kamu jadi berharap dan cenderung buru-buru untuk jatuh cinta. Tahu kan kalau berharap itu ujung-ujungnya apa? Iya, kecewa. Jangan memaksakan jika memang hatimu masih patah.
3. Berbaik hatilah
Aku tahu sangat sulit luar biasa untuk menjaga bahasa kita agar tetap sopan saat berbicara atau chat dengan mantan, tapi kita harus tetap berusaha. Meskipun jauh di lubuk hatimu paling dalam sudah tidak sudi untuk ngobrol lagi bahkan berbuat baik adalah pilihan terakhir yang mungkin ada di daftar hal yang akan kamu lakukan padanya, bahkan sumpah serapah sudah ingin sekali kamu keluarkan untuknya. Tapi percayalah, bawa kamu justru mengangkat dirimu sendiri dengan tetap berperilaku baik kepada orang yang tidak pantas menerima kebaikan darimu. Tunjukkan bahwa dia telah salah melepasmu. Kalau kamu sudah terlalu muak untuk berpura-pura sopan di hadapannya, Tidak apa-apa. Hal lain yang bisa kamu lakukan adalah tidak menjelek-jelekkannya. Meskipun kamu tahu dimatamu dia begitu amat jelek sekarang. Tapi, biarkan dia hidup bebas menjadi orang yang terlihat baik. Kau tak perlu mengumbar keburukan yang dia lakukan.
Karena bagaimanapun, mantanmu itu pernah menjadi pilihanmu. Sejelek-jeleknya dia, adalah sejelek-jeleknya pilihanmu juga. Keep it private and just let it go. Maksudku, tak ada orang yang sempurna bahkan kamu sendiri pun ada jeleknya, bukankah dulu kau pernah bahagia karenanya? Jika tidak bisa bebaik dengannya setidaknya jangan mencoreng namanya.
4. Terima dia kembali
Eitsssss jangan salah paham, jangan berpikir menerima dia kembali adalah dengan menerima dia menjadi pacarmu lagi. Tentu saja tidak, kamu hanya perlu bersikap biasa padanya. Jika bertemu sapalah ia seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya meski kamu begitu susah payah menyembuhkan luka. Lupakan luka yang menyakitkan itu. lihat matanya dan tersenyumlah jangan takut. Tunjukan padanya bahwa kamu sudah baik-baik saja sekarang. Terima dia menjadi temanmu lagi, aku yakin dia akan menyesal karena luka yang ia torehkan dulu sekarang sudah sembuh dan kamu bisa berdiri gagah menghadapnya tanpa rasa sakit lagi.