Saat puisi ini kutulis rindu telah berlabuh dan mewaktu.
Berat kutanggung sepiku yang membebani
Risauku yang mengelabui menggerogoti damai
Hatiku di arak malam menjadi lunglai
Akal kalah fatal seribu bayang-bayang imaji
cerita purba cerita lama mulut dan hati
Masa kini sepi yang terbebani
Telah kukelabui risau yang dulu mengalahkan damai
Malam kuarak menjadi lunglai
Akal hidup menang tanpa ilusi
Cerita kini cerita baru kekasih dan hati
Aku tak lagi berbau duka
Seperti duka seorang lelaki muda
Karena dipermainkan waktu dan rindu
Cerita lama usai, cerita kini mewaktu
Itu saja, lewat waktu dan rindu aku berlabuh disitu