Hai sobat semuanya...
Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi cerita tentang makan siang saya bersama keluarga di rumah makan Awak Baroe di seputaran Lamnyong Banda Aceh beberapa waktu lalu. Makan siang saat itu begitu istimewa karena ditemani oleh ibunda tercinta dan kakanda yang biasa kami panggil bang Dak. Saat itu Bang Dak berkunjung ke Banda Aceh karena ada suatu kegiatan atau pertemuan. Ibunda saya yang kami panggil mami turut serta untuk menjenguk saya dan dan cucunya.
Cerita awalnya pada saat saya dinas pagi tiba-tiba HP berbunyi dan saya mendapat pesan yang isinya bang Dak mengajak saya makan siang selepas saya pulang kerja. Langsung saja saya iyakan ajakannya dan berusaha untuk pulang lebih cepat. Langsung terbayang dalam ingatan bahwa makan besar sedang menanti. Hehe
Kami sekeluarga pun menuju kawasan Lamnyong tidak jauh dari belokan Simpang Mesra. Bang Dak menghentikan laju mobilnya di sebuah rumah makan Awak Baroe yang satu deret dengan rumah makan Awak Awai. Bang Dak memanggil saya untuk memilih ikan untuk dimasak sebagai menu makan siang kami. Dia memilih ikan rambeu (kuek) untuk dijadikan ikan bakar, ikan kerapu untuk dimasak asam manis dan udang untuk digoreng pakai tepung.
Suasana saat memilih ikan
Kami memilih meja yang letaknya sedikit lapang biar anak-anak bisa bebas bermain dan berlarian. Suasana tampak lengang di siang hari yang hampir menjelang sore tersebut. Kata bang Dak tempat ini sangat ramai pada malam hari. Sebelum makanan datang kami memesan minuman yaitu jus jeruk, jus alfukat dan jus sirsak. Kami duduk menunggu dengan berbicara obrolan ringan seputar kejadian-kejadian di kampung kami di Bireuen, tentang planning-planning bang Dak ke depan dan obrolan-obrolan santai lainnya. Saat itu adalah kali pertama kami makan bersama di luar semenjak kami menjadi steemian.
Tak lama makanan sudah masak dan disajikan di meja. Saya langsung memilih ikan rambeu (kuek) bakar karena saya sangat menyukai ikan bakar. Rasa ikan yang gurih ditambah sambal kecap yang rasanya asam manis semakin menggugah selera makan kala itu.
Bang Dak tidak lupa juga menawarkan kami untuk mencicipi kerapu asam manis. Masakan tersebut sudah diolah sedemikian rupa dengan resep dan bumbu pilihan tentunya. Daging ikan yang tebal dan campuran antara potongan nenas dan wortel menambah tampilan ikan tampak menarik dan rasa yang memanjakan lidah.
Tampilan kerapu asam manis
Selain itu juga kami menikmati udang goreng tepung yang crispy. Rasa renyah dan gurih menyatu dalam nikmatnya santapan siang. Anak-anak juga sangat menyukai udang goreng tepung ini. Mereka begitu lahap dan memintaku menyuapi udang goreng ini.
Tampilan udang goreng tepung
Aku merekomendasi rumah makan Awak Baroe ini untuk disiggahi bila berkunjung ke Banda Aceh. Diantara menu makan siang kali itu, aku begitu penasaran dengan resep ikan kerapu asam manis. Sesampainya di rumah aku menceritakan pada suami sambil memperlihatkan foto masakan tersebut.
Penampilan rumah makan Awak Baroe
Memiliki suami yang jago masak tentu sangat menyenangkan untuk sharing dan berbagi ilmu tentang resep makanan. Suami mengatakan dia tahu resep kerapu asam manis tersebut sambil mengomentari potongan wortel yang bisa saja dipotong memanjang. Alhasil, aku menantangnya untuk mengaplikasikan masakan tersebut di waktu luangnya nanti
Posted from my blog with SteemPress : http://pulotravels.com/cerita-makan-siang-di-rumah-makan-awak-baroe-dengan-mami-dan-bang-razack-pulo/