Banyak sekali hal positif yang ku dapatkan sejak mengenal steemit, media yang sedang naik daun ini telah membuat aku mendapatkan teman-teman baru, bahkan jumlahnya terus bertambah dari hari ke hari, platform ini juga telah mengantarku untuk mengikuti kelas menulis FAMe (Forum Aceh Menulis).Hal yang tidak pernah terfikirkan olehku sebelumnya. Bagi teman-teman yang belum tahu apa itu FAMe, bisa klik di sini
Awal mula ceritanya, teman baruku mengirim undangan ke grup srikandi steemit beberapa hari yang lalu, di undangan tertulis pertemuan ke - 33 FAMe Banda Aceh, yang menghadirkan pak Yarmen Dinamika ( Pembina FAMe dan redaktur pelaksana harian Serambi Indonesia). Dengan judul materi Teknik Editing Lanjutan, mengedit bahan tulisan untuk menghasilkan buku. Acaranya di adakan pada hari Rabu pukul dua siang. Tempatnya di anjungan Aceh Tengah. Kompleks Taman Ratu Safiatuddin. Lampriek Banda Aceh.
Membaca undangan tersebut, diriku sangat ingin ikut untuk menambah wawasan dalam menulis dan mengingat lokasinya sangat dekat dengan rumahku. Walaupun awalnya aku sempat ragu karena judul materinya sudah masuk dalam tahap level tertinggi dunia kepenulisan tetapi dan
sebagai panitia menyemangatiku untuk ikut. Lalu ku bulatkan tekad untuk datang.
Aku mengajak dan Juliana teman kerjaku untuk menemaniku menghadiri undangan itu. Mereka langsung bersedia ikut dengan senang hati. Kami datang setengah jam lewat dari jadwal karena menunggu Juliana pulang dinas pagi. Sesampainya kami di anjungan Aceh Tengah, ku lihat peserta sudah banyak yang hadir.Tempat duduknya dipisah antara lelaki dan perempuan. Pak Yarmen mempersilahkan kami masuk. Dan kami pun mengambil tempat di belakang peserta perempuan.
Sesekali ku perhatikan sekeliling, semua peserta sangat antusias mengikuti acara dan orang-orang terus berdatangan. Suasana forum tampak ramai sore itu. Aku pun begitu fokus menyimak pak Yarmen berbicara dan menjawab berbagai pertanyaan, sampai-sampai aku lupa mengambil foto untuk gambaran suasana waktu itu.
pak Yarmen Dinamika
Ku melihat pak Yarmen menjelaskan materi dengan sangat semangat dan nampak aura ketulusan yang terpancar dari wajah beliau. Betapa kagumnya diriku melihat bapak redaktur ini. Jam terbangnya sudah sangat tinggi. Begitu menyimak semua yang disampaikannya dapat ku simpulkan betapa bijaksananya tokoh yang satu ini. Kita sebagai orang Aceh harus bangga memiliki orang seperti beliau. Sosok si ilmu padi
Menariknya lagi di forum itu, aku berjumpa secara offline dengan teman steemitku dua orang penulis hebat. Kakak lettingku , dan adik lettingku
. Mereka berdua sekampus denganku di Fakultas Ilmu Keperawatan Unsyiah. Steemit telah mempertemukan kami. Selain itu turut hadir juga penulis-penulis senior yang sudah lama malang melintang di dunia menulis, juga banyak penulis-penulis muda berbakat lainnya. Di antara mereka sudah pernah dan mulai menerbitkan buku.
Buka gratis yang dibagikan Sulaiman Tripa. Penulis Aceh
Demikian pengalaman yang dapat ku bagikan untuk teman-teman steemit. Aku tidak menjelaskan lagi materi yang di sampaikan pak Yarmen waktu itu karena penulis idolaku sudah menuliskannya secara apik dan gamblang. Bagi teman-teman yang penasaran bisa mengintipnya di sini. Akhir kata moga tulisanku ini bisa bermanfaat untuk diriku sendiri dan untuk teman-teman steemit sekalian.
srikandi steemit
Note: satu kalimat yang paling ku ingat dari pak Yarmen Dinamika adalah:
Penulis hebat adalah pembaca yang lahap.