Dewan Guru Dayah Terpadu AL-Muslimun dalam rapat "Upaya Perkembangan Bahasa Asing Santri"
Mayoritas santri Indonesia mempelajari bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa asing dengan alasan bahasa inggris merupakan Bahasa International dan bahasa Arab ialah Bahasa kesatuan Umat Islam Dunia.
Pimpinan Dayah Terpadu AL-Muslimun dan Kepala Pengasuhan AL-Muslimun dalam Rapat "Upaya Perkembangan Bahasa Asing Santri"
Adapaun langkah mudah keberhasilan santri dalam perihal tersebut sebagai berikut:
1. Lingkungan
Ciptakan lingkungan berbahasa Arab dan Inggris (Language Area) secara nyata dengan melibatkan seluruh guru dan santri.
Usia remaja di bawah 17 tahun pada umumnya akan mudah terpengaruh dengan lingkungan, oleh karenanya membentuk suatu lingkungan bahasa merupakan suatu langkah yang harus diutamakan demi kemajuan bahasa asing santri.
2. Mulai dari diri sendiri
Pada point kedua ini, guru dan murid sama-sama dalam tahapan ujian konsistensi.
Guru bertugas sebagai pedoman. Diwajibkan terlebih dahulu guru meningkatkan konsistensinya dalam berbahasa asing setiap aktifitas atau tindakan, baik aktifitas sesama guru maupun aktifitas guru dengan murid.
Murid diharuskan berupaya semaksimal mungkin memulai praktik berbahasa asing dimulai dari mengahafal kosakata, selanjutnya praktik sesama pelajar hingga guru.
cara sederhana menciptakan konsistensi bahasa untuk pemula. Belajar bahasa asing bisa dilakukan dengan bermacam-macam metode:
- Pastikan menghafal kosakata baru minimal 1 kata per harinya.
- Beranikan diri untuk mengucapkan kosakata baru tersebut di depan orang lain.
- Sisipkan kosakata baru yang dihafal pada setiap aktifitas asrama (dari bangun tidur, hingga menjelang tidur).
Bila hafalan 1 kosa kata per hari, maka santri akan memperoleh 60 kosakata baru dalam 2 bulan.
bagi pemula ini adalah pencapaian penting.
Belajar bahasa asing mudah, tidak ada kesulitan di dalamnya.
Hilangkan perspektif "sulit", mulai dengan optimis.
InsyaAllah, Langkah Mudah Perkembangan Bahasa Santri ini akan berhasil dalam waktu 2 bulan.