Hai steemians dimanapun anda berada, senang sekali rasanya menyapa anda-anda semua, semoga dihari yang cerah ini para pembaca senantiasa selalu dalam lindungan Allah, dan selalu diberi kesehatan dalam menjalani aktifitas sehari-hari. Aamiin :)
Pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit berbagi tentang anak-anak yang pada hakikatnya mereka makhluk sosial seperti orang dewasa, namun anak membutuhkan orang sekitar untuk pengembangan, karena anak terlahir dengan segala kelemahan sehingga tampa orang lain dia akan cenderung susah untuk berkembang secara normal.
Pasalnya, anak pada dasarnya terlahir suci dan peka terhadap ransangan-ransangan orang sekitarnya, sebagaimana dijelaskan dalam Al-qur'an bahwa anak itu terlahir fitrah/suci, namun yang memajusikan atau menasranikannya adalah orang tua.
Nah disini peran orang tua sangat penting dalam proses tumbuh kembangnya anak yang cenderung ke arah mana orang tua mendidiknya, maka kesitu pula ia akan mengarah. Bisa disimpulkan bahwa anak adalah makhluk sosial yang membutuhkan ransangan, pemeliharaan, kasih sayang dan tempat dimana ia tumbuh dan berkembang.
Lain lagi ceritanya setelah ia beranjak usia tiga tahun ke atas, yang pada biasanya anak-anak cenderung dengan dunia bermain. Namun untuk dunia bermain anak-anak memiliki perbedaan pola, yang kesemuanya itu sangat tergantung kepada lingkungan tempat dimana ia tumbuh kembang.
Seperti halnya anak-anak kota yang pada umumnya cenderung bermain gadget, smartphone, dan berbagai permainan yang bersifat elektronik, yang kesemuanya itu tidak terlepas dari lingkungan yang sudah serba mesin dan canggih yang diikuti oleh perkembangan zaman yang sudah serba modern.
Jauh berbeda dengan anak-anak yang masih tinggal di desa yang saya temui beberapa waktu yang lalu dimana mereka masih bermain dengan alam dan berbagai kreasi yang lahir sesuai dengan lingkungan tempat dimana mereka menetap, seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini, dimana mereka lebih memilih pohon sebagai tempat mereka berteduh, mencari angin segar, dan seakan-akan tengah mengasingkan diri jauh dari kepenatan hiruk-piruk alam yang semakin hari makin terasa panas dari sengatan terik matahari.
Ini mengingatkan ku pada masa kecil dulu, dimana pada waktu itu aku lebih memilih sungai sebagai tempat bermain, sungai tempat dimana ada aliran air, tumbuh-tumbuhan dan pepohonan yang masih sangat alami dan jauh dari polusi dan gaduhnya suara-suara mesin sebagai tempat dimana aku dan sahabat-sahabat kecilku yang hari ini rata-rata mereka sudah menjadi bapak untuk anak-anak usia 3-6 tahun.
Kawan-kawanku seperti
dan ada lagi beberapa diantara mereka yang belum menggunakan blog steemit, semua mereka adalah sahabat-sahabat kecilku yang dulunya kami bermain bersama, pada derasnya air sungai yang dipenuhi oleh sedikit lumpur, kami berenang bersama, bercanda ria, makan bersama dengan menu sealakadar layaknya anak-anak petualangan yang tumbuh di pinggiran gunung.
Namun lamban laun seiring perkembangan zaman, pendidikan dan barbagai alasan kami berpisah satu sama lain. Hari ini kami bertemu kembali walau dalam dunia yang sangat jauh berbeda yaitu dalam komunitas steemit, dengan kata lain bisa dikatakan steemit telah mempetemukan kami kembali.
Berbeda dengan anak-anak yang terlihat digambar ini, mereka memilih pohon untuk mereka jadikan rumah tempat dimana mereka berteduh untuk bermain berbagai permainan seperti main "umpet-umpetan", memasak, dan main rumah-rumahan.
Entah dari mana ide itu, namun ini sangat menarik dimata saya dengan pembuatan rumah pohon sederhana ala anak-anak seusia mereka. Ini pula mengingatkan ku pada rumah pohon penduduk Suku Korowai di Papua Indonesia.