Saudara
menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Aceh Utara yang didampingi oleh
,
, bunda
,
,
dan bebrapa sahabat lainnya.
Tanggal 02 Desember 2017 lalu, Provinsi Aceh dilanda bencana banjir yang merendam puluhan ribu rumah warga, banjir itu datang akibat erosi Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Keureuto, Krueng Pasee dan Krueng Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara, apalagi ada beberapa tanggul yang jebol/ erosi karena air yang berlebihan.
Pada hari itu semua warga mencari titik aman untuk menyelamatkan diri dari luapan air sungai itu, harta benda mereka ada yang dibawa hanyut, lahan persawahan mereka jadi lautan hingga gagal panen.
Derita warga di Aceh Utara yang terbagi di beberapa kecamatan itu merupakan kedua kali dari jangka 10 tahun ini mendatangkan bencana banjir, tahun 2013 juga lebih parah dari pada kondisi banjir sekarang.
Pada awal Desember itu kecamatan yang menjadi langganan bencana banjir diantaranya Seunuddon, Lhoksukon, Matangkuli, Pirak Timu, Baktiya, Baktiya Barat, Tanah Jambo Aye, Tanah Luas, Nisam, Muara Batu, Sawang, Langkahan, Samudera, Meurah Mulia, Syamtalira Aron, Lapang, Geureudong Pase, Simpang Keuramat, Syamtalira Bayu, Paya Bakong, Dewantara, Cot Girek dan Kecamatan Banda Baro.
Hari ini, Minggu 10 Desember 2017, sejumlah warga di beberapa kecamatan telah kembali kerumahnya dari pengunsian, karena banjir telah surut, namun di lima kecamatan lain masih terendam air hingga belum ada tanda-tanda air itu mengurang, karena ketinggian air di beberapa Desa masih mencapai 50 Cm sampai dengan 1 Meter. Seperti di Kecamatan Baktiya Barat ada enam Desa yang masih terendam banjir, yakni Desa Matang Ceubrek, Matang Teungoh, Matang Raya Blang Sialet, Cot Kupok, Pucok Alue Buket, dan Desa Cot Paya.
Satu Daerah Aliran Sungai (DAS) yang masuk daftar Nasional dianggap penyebab utama bencana alam yang merendam ribuan rumah di 23 Kecamatan, namun dibalik itu ada dua DAS lain yangmasuk daftar Kabupaten dan sering meluap akibat banjir Kiriman dari Kabupaten Tetangga Yakni, Bener Meriah.
Untuk itu, pemerintah seharusnya mengevaluasi akibat dari bencana itu, terutama penertiban tata kelola hutan agar terhindar dari penebangan liar, Galian C yang ada Izin atau Ilegal dan juga merevisi kembali izin perkebunan dan hutan tanaman industri dengan menerbitkan peraturan tentang penataan Ruang di wilayah itu.
Pasca bencana itu, beragam pihak pun terjun ke lokasi baik dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat dan relawan yang antusias peduli terhadap para korban bencana banjir.
Namun dibalik itu semua ada tim dari steemians Indonesia yang juga tidak tinggal diam terhadap penderitaan para pengunsi di Aceh Utara. Tanpa ada desakan, paksaan dan perintah dari siapapun, para steemians di Nusantara mengulurkan tangannya untuk saling berbagi terutama meringankan beban para pengunsi dan korban banjir.
Dengan semangat sosial, sang kurator Indonesia dan saudara
menjadi moderator dalam penggalangan Dana yang disumbangkan para steemian Indonesia yang ditujukan kepada Nanggroe Steemit Community (NSC) yaitu saudara
,
dan sahabat lainnya.
Pada saat itu dompet wallet mereka terbuka untuk para steemians Indonesia, namun ada juga yang melakukan donasi via rekening bank akibat kekurangan Steem Dollar dan Steem.
Dalam jangka waktu 4 hari, dompet mereka kian membengkak dan juga ATM bank mereka kian menghijau. Setelah isinya mencukupi untuk membeli sembako yang akan disumbangkan ke para pengungsi. Mereka mengadakan rapat untuk teknis penyaluran sembako tersebut, dana yang terkumpul pun mencapai Rp, 14.000.000 dan tidak menunggu lama mereka mendatangi pasar perbelanjaan untuk kebutuhan para korban banjir.
Mobil Pic’up jenis panther sudah tersedia untuk menaikan barang sembako itu yang akan disalurkan ke pendalaman para korban banjir, saya pun dihubungi oleh saudara untuk mengambil documentasi penyerahan bantuan tersebut.
Sekitar pukul 17:00 WIB mereka tiba di Kecamatan Lhoksukon dan mencoba bergerilya di daerah-daerah teraparah bencana itu, namun jalan yang mereka lalui tidak mendukung sehingga mereka pun menghubungi tim dari Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) untuk menunjukan desa terparah dalam bencana itu.
Azanpun berkumandan, pertanda megrib tiba, mereka berhenti sejenak untuk shalat bersama, setelah itu baru mereka melanjutkan penyerahan bantuan itu dengan jiwa yang semangat dan itu terlihat dari wajah ketua Komunitas Steemit Indonesia dan juga Kurator Steemit Indonesia dan Team NSC yaitu
,
,
,
,
,
dan beberapa sahabat lainnya.
Setiba dilokasi mereka menyerahkan bantuan kepada korban bajir di beberapa Desa di bagian timur Aceh Utara itu. Dari tindakan sosial para steemians Indonesia yang meringankan beban para pengunsi dan korban banjir tersebut, kedepan Steemit Indonesia akan semakin berjaya, karena Bersama Kita Bisa itulah Motto kita untuk saling membantu di Negeri yang dihiasi ribuan pulau ini.
Untuk mengetahui rincian bantuan yang disalurkan baca artikel milik saudara Laporan Hasil dan Hasil Donasi SBD / STEEM
- Salam Saya Untuk semua sahabat yang telah mengikuti dan juga yang belum mengikuti saya
- Salam Komunitas Steemit Indonesia (KSI)
- Salam Nanggroe Steemit Community (NSC)
- Salam Bireuen Steemit Community (BSC)
- Salam Banda Aceh Community (BNA komunitas)
Terima Kasih banyak kepada kurator indonesia
dan
yang terus membantu dan memperkenalkan steemit kepada para steemian di Indonesia.