Terjebak Nostalgia
Sorot padang rembulan
Mencegatku ditengah jalan
Ketika menuju arah kepulangan
Aku dikepung keping kenangan
Tega kau sabotase langit ditengah malam
Sampai tak ada ruang lagi untuk gemintang
Frame wajahmu nan berkilau bagai pualam
Retas lagi memori yang sedang aku buang
Tarikan kuda besi melambat
Seiring otak mulai kembali mengingat
Yang demikian bulat
Adalah matamu dengan iris agak cokelat
Cinta tanpa alasan
Cinta, cinta, dan cinta
Mengapa cinta hanya sekedar dibibir saja
Apakah cinta sebagai hasrat nafsu belaka
Tanpa adanya memakai logika
Hanya sebagai sarana tuk meluapkan perasaan saja
Cinta yang sesungguhnya
Membuat dirinya berasa berarti diantara lainnya
Mengalahkan segala ego dan maksud yang tak tentu arah
Bersedia tuk menerima segala kekurangannya
Cinta tanpa alasan
Bukannya untuk berharap atau mengharapkan
Bukannya hanya memberi dan ingin mendapatkan balasan
Dan bukan juga tiba tiba datang lalu berlari tuk meninggalkan
Cinta yang sesungguhnya berani mewujudkan tuk masa depan
Tanpa memberi angin khayalan,
kepalsuan, dan keraguan