Tuan dan Puan Steemians...
Pada Rabu malam, sekira pukul 21.00 Wib, menelpon saya. Katanya, besok, Kamis (29/03/18) akan dilaksanakan promo-steemit untuk perempuan di kampus Almuslim Matangglumpangdua.
Acara tersebut digagas oleh , seorang steemian perempuan yang baru saja menyelesaikan studi doktoralnya di Negeri Semenanjung, Malaysia.
menyatakan bahwa keinginannya untuk melakukan promo-steemit kepada perempuan adalah dalam rangka menyambut seruan, untuk tidak menyebut "tantangan" dari
.
Seperti diketahui, beberapa hari lalu, , melalui postingannya di akun steemit, "menyerukan" kepada para steemians perempuan untuk mengajak teman-teman mereka dari kalangan perempuan, minimal 5 orang, agar "bermigrasi" dari facebook ke steemit.
Berawal dari "seruan" itulah, kemudian melakukan beberapa persiapan promo-steem Perempuan di Kampus Almuslim, seperti membuka pendaftaran bagi para peserta, mempersiapkan ruangan pertemuan dan juga beberapa fasilitas pendukung lainnya.
Para peserta yang mendaftar mencapai 20 orang (mungkin lebih), yang terdiri dari para mahasiswi Fakultas Pertanian jurusan Agroteknologi dan beberapa dosen perempuan dari Almuslim. sendiri adalah salah seorang dosen di Fakultas Pertanian Almuslim.
Acara Promo-steem Perempuan ini dilakukan dalam sebuah ruangan di Fakultas Pertanian Almuslim. Dalam acara itu, tampil sebagai pemateri merangkap panitia yang juga dibantu oleh
.
Untuk pengenalan dasar-dasar steemit kepada para peserta (semuanya perempuan) dilakukan sendiri oleh .
sedang mengenalkan dasar-dasar steemit kepada mahasisiwi
Hasil amatan saya, penyampaian materi tentang steemit oleh terlihat mengalir dan sistematis. Dimulai dari kedudukan steemit sebagai media sosial, perbedaan steemit dengan media sosial lain, keunggulan steemit, cara berkreativitas di steemit dan juga persoalan reward yang menjadi ciri khas steemit sebagai media masa depan yang memiliki visi melahirkan "masyarakat sosial."
Semuanyanya perempuan
Setelah pengenalan dasar-dasar steemit selesai, memberikan sedikit waktu kepada saya untuk menyampaikan materi tentang tips menulis sederhana. Meskipun saya sendiri masih belajar menulis, tapi permintaan
saya sanggupi saja. Dan berkomat-kamitlah saya di hadapan para perempuan yang akan segera bermigrasi dari facebook ke steemit.
Saya berbicara sekedar perlu kepada perempuan, kan saya malu berhadapan perempuan?
Dalam kesempatan itu, saya hanya menyampaikan satu topik saja mengingat kondisi waktu yang sekarat. Saya hanya menyinggung tentang keluhan ketiadaan materi tulisan. Ringkasan materi ini dapat Tuan dan Puan baca di postingan saya kemarin degan tajuk menulis tanpa batas.
Baca: https://steemit.com/esteem/@tinmiswary/menulis-tanpa-batas-1d6e52b82b345
Setelah materi tentang tulis menulis selesai, langsung mengarahkan para mahasiswi steemians (cocoknya steemianwati) untuk segera melakukan proses sign up. Mulai dari membuka laman steemit.com, username, email, nomor handphone dan verifikasi email sampai selesai.
Sementara, saya dan "bertindak" sebagai "pemantau" yang sesekali mengintip dan melirik ke layar android para peserta guna memastikan tidak ada kesalahan dalam proses sign up.
Mencoba mengintip dari dekat
Di tengah "kesibukan" nan serius itu, tiba-tiba saja dua orang steemians senior hadir ke dalam ruangan.
"Assalamualaikom!" Mereka menyapa para peserta.
Ada kebahagian setelah kami melihat si pemberi salam itu adalah , Ketua KSI Chapter Bireuen yang hadir dengan kaos hitam dan topi khasnya. Setelah melirik ke sosok di samping
, wajah kami dan para peserta pun bersinar terang layaknya purnama. Ternyata sosok di samping
adalah
.
dan
memberi motivasi kepada para peserta
Sebelum mengakhiri acara, kedua tokoh steemians senior ini juga sempat memberikan arahan dan motivasi kepada para peserta Promo-steem Perempuan untuk berkreativitas di steemit melalui konten-konten positif yang menarik.
Terakhir, sebagai tambahan, saya melihat, apa yang dilakukan oleh yang kemudian disahuti oleh
patut diapresiasi oleh segenap steemians di muka bumi.
Promo-steem bagi perempuan adalah gagasan menarik agar steemit tidak hanya didominasi oleh steemian laki-laki, tapi juga diisi oleh kaum ibu-ibu sehingga isu-isu tentang perempuan pun akan turut memeriahkan jagad steemit yang luas ini.
Mereka segera hijrah ke steemit
Demikian dulu Tuan dan Puan Steemians, lain waktu disambung kembali...