Koleksi tulisan (masih belajar)
Sudahkah anda menulis hari ini? Bagi sebagian kita pertanyaan ini nampak biasa saja, sama halnya dengan pertanyaan sudahkah anda meneguk kopi? Tapi bagi sebagian yang lain, bukan tidak mungkin pertanyaan serupa ini justru dianggap lebay. Tapi, yakinlah, ketika menulis sudah menjadi rutinitas, maka pertanyaan ini justru menjadi pengingat atau mungkin sebagai pemantik agar kita “tidak lupa” menulis.
Memang apa yang mau kita tulis? Pertanyaan ini biasanya menjadi jawaban ketika pertayaan di atas diajukan. Disebut jawaban sebab ia adalah respon atas pertanyaan pertama. Tapi dalam kenyataannya dia justru mengajukan pertanyaan balik. Bertanya kepada yang bertanya.
Lazimnya sebuah pertanyaan diajukan guna memperoleh pengetahuan. Tapi dalam sebagian kondisi, terkadang pengajuan pertanyaan justru dimaksudkan sebagai upaya menutup ketidaktahuan. Untuk kondisi pertama sering kita jumpai dalam proses pembelajaran, di mana si penanya dan si “tertanya” berada pada maqam yang berbeda. Dalam kondisi ini, si penanya benar-benar sedang mencari pengetahuan melalui pertanyaan-pertanyaannya.
Sementara untuk kondisi kedua, sering kita saksikan dalam kegiatan-kegiatan debat atau pun diskusi-diskusi dengan topik tertentu. Di sini seringkali pertanyaan hanya dijadikan alat untuk menutupi ketidaktahuan dengan cara mengalihkan fokus pembicaraan melalui pertanyaan-pertanyaan balik. Sebagai contoh, seorang bertanya: “kenapa anda mendukung LGBT sementara anda seorang muslim? Untuk menutupi kebingungannya, si tertanya justru mengajukan pertanyaan balasan: “memang sejak kapan anda menjadi Tuhan?
Baik Tuan dan Puan Steemians, untuk sementara waktu kita tinggalkan saja si penanya dan si tertanya dengan kebingungannya. Kita kembali kepada pokok pembicaraan tentang “sudahkah anda menulis hari ini?”
Pertayaan ini sebenarnya tidak perlu dijawab, sebab ia hanya sebagai pemantik belaka agar menulis menjadi rutinitas. Cukup tersenyum saja ketika pertanyaan ini diajukan sembari menunjukkan apa yang sudah kita tulis hari ini. Jika pun ingin menjawab, maka jawablah dengan ringan: “Hari ini saya sudah menulis tentang kegemaran anda bertanya kepada saya.” Jawaban sederhana ini tentunya cukup menggairahkan si penanya.
Di akhir coretan ringan ini, saya ingin mengajak Tuan dan Puan untuk terus menulis setiap hari. Jadikan aktivitas menulis seperti meneguk kopi, berjalan, duduk, berbicara, tersenyum dan seterusnya sehingga ia melekat terus dengan kehidupan kita. Tanpa jemu.
Tin Miswary bersama sahabat Anwar Ebtadi di Aceh Selatan (2007)
Demikian dulu Tuan dan Puan Steemians, lain waktu disambung kembali…