Ketika ia mulai merekah
Menebar pesona pada alam sekitar
Pada mata manusia pada kumbang yang melanglang
Terpaan mentari menghangatkannya dan sempurnalah ia dalam singgasananya
Senyumnya menawan
Aromanya memanjakan dan menghadirkan hasrat mendamba
Sang kumbang berkejaran berlomba dengan tangan-tangan para insan
Dan ketika tak lagi ada seri wajahnya
Saat satu persatu kelopak mulai berjatuhan
Melepas diri dari penjaranya
Meluncurlah ia dalam keikhlasan dan kepasrahan
Membumi dalam kerelaan
Selaiknya asa yang mulai menggebu
Ia ingin meluahkan apa yang terbuku di kalbu
Membuncah memenuhi ruang hati
Namun kadang sang waktu mulai mengikis
Redup dan membiar begitu saja
Wahai insan dan hati tiada keabadian
Kesanggupan hanyalah kiasan
Akan tiba waktunya semua diam, luruh dan sirna
Bagai daun yang berguguran dan bunga-bunga yang menanggalkan jubah indahnya
Touyuan, 18 September 2018