Sahabat steemians semua, sudah beberapa hari tidak nulis, jadi kangen pengen nulis dan memposting sesuatu di platform hebat ini. Yaaah karena sedikit sibuk makanya baru malam ini bisa melahirkan sebuah tulisan.
Berhubung saya sebagai seorang ibu, dan tentunya sudah pernah merasakan jadi seorang anak, saya ingin sedikit mengupas kisah tentang keutamaan seorang ibu dalam kehidupan kita sebagai anak.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,
Yang artinya :
“Kami perintahkan untuk manusia melakukan perbuatan baik kepada dua orang ibu bapaknya, yang diciptakannya dengan susah payah, dan melahirkan dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, ia telah dewasa dan berumur hingga tiga puluh tahun ia berdo'a: “Ya Tuhanku, tunjuknya aku untuk mensyukuri ni'mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan mecoba aku dapat lakukan amal yang saleh Yang Engkau ridhai. berilah umpan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan benar aku orang-orang yang berserah diri. ” (Qs. Al-Ahqaaf: 15)
Ayat diatas menjelaskan akan hak ibu terhadap kebutuhan anak akan ASI . Ketahuilah, bahwasanya ibu telah mengandungkan kita selama sembilan bulan dan menyusuinya sampai kita berumur 2 tahun.
Proses kehidupan kita pertama adalah hamil, kemudian melahirkan dan selanjutnya menyusui. Karena itu disebutkan oleh rasul akan keutamaan untuk ibu tiga kali lebih besar dari ayah.
Hadist rasulullah tentang keutamaan seorang ibu sebagai berikut :
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال جاء رجل إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: يا رسول الله, من أحق الناس بحسن صحابتي? قَالَ أُمُّكَ ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ ، قَالَ ثُمَّ مَنْ ، قَالَ أَبُوْكَ
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu , beliau berkata, “Orang yang datang kepada Rasulullah shalallahu' alaihi wasallam dan berkata, 'Wahai Rasulullah, untuk siapakah aku harus berbakti pertama kali?' Nabi Shalallaahu 'alaihi wasallam Jawab,' Ibumu! ' Dan orang-orang kembali bertanya, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi Shalallaahu 'alaihi wasallam Jawab,' Ibumu! ' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?' Jawabnya, 'Ibumu.' Orang yang bertanya kembali, 'Maka siapa lagi,' Nabi shalallahu 'alaihi wasallamjawab,' Maka ayahmu. '” (HR. Bukhari dan Muslim)
Perjuangan seorang ibu mengandung kita di dalam perutnya selama sembilan bulan, seolah-olah sembilan tahun lamanya. Nyawa sebagai pertaruhannya demi melahirkan kita.
Ibu menyusui kita hampir dua tahun lamanya dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjaga kita.
Ibu juga yang selalu mencuci kotoran kita dengan tangan lembutnya tanpa pernah mengatakan BAU.
Ibu telah memberikan kita semua kebaikan walaupun terkadang diluar kemampuannya.
Seandainya ada dua pilihan disaat melahirkan kita antara hidup kita dan kematiannya, maka ibu akan meminta kita untuk hidup, dan lebih memilih dirinya meninggal daripada kita yang meninggal.
Ibu akan selalu mendo'akan kita dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.
Sementara kita ..
Kita puas minum dalam keadaan dia kehausan.
Kita lebih mendahulukan perbuatan baik kepada istri dan anak dari pada ibu kita.
Kita lebih cenderung melupakan semua kebaikan yang pernah dia perbuat.
Berat rasanya bagi kita memeliharanya padahal ibu telah memapah kita dari kandungan sampai kita dewasa.
Dear steemians..
Allah Swt saja telah melarangmu mengatakan 'ah' dan Allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut. Mengatakan 'ah' saja berdosa apalagi menghardik atau menyakiti hatinya.
Keutamaan ibu
Demikianlah tentang kelebihan seorang ibu untuk anaknya, bahwa kasih orang tua untuk anak tidak bisa dihitung. Untuk itu kepada kita anak-anaknya, jika ibu kita masih hidup berbaktilah selagi kita bisa dan mampu, jika ibu kita sudah meninggal, kirimkanlah doa setiap saat agar beliau diselamatkan allah dari siksa kubur dan bagia dialam kubur. Amin..