24 Maret 2018 tercatat sebagai sejarah meetup pertama bagi Komunitas Steemit Indonesa (KSI) Chapter Jakarta dan forum Steemit Budaya. KSI Chapter Jakarta baru saja dibentuk oleh empat Steemian Budaya yakni ,
,
dan saya (
).
Pengurus KSI Chapter Jakarta, terdiri dari (ketua),
(sekretaris) dan
(bendahara). KSI diperkuat oleh dewan penasehat atau advisor yakni
,
dan
.
Sebagian besar anggota KSI Jakarta adalah para Steemian Budaya yang tergabung dalam Steemit Budaya. Ini merupakan forum yang menghimpun para sastrawan, seniman dan pegiat seni-budaya yang tersebar di seluruh Nusantara. Steemit Budaya terus mendorong anggotanya untuk membentuk chapter-chapter KSI di daerah mereka masing-masing. Salah satunya saya bersama bang dan bang
yang sedang memperkuat KSI Chapter Bengkulu. Insya Allah KSI Chapter Bengkulu akan melakukan Meetup pada pertengahan Juli 2018 di Bengkulu. Siap-siap ya para sahabat Steemian untuk jalan-jalan ke Bengkulu.
Nah KSI Chapter Jakarta juga sangat didukung oleh Steemit Budaya. Seperti diketahu Steemit Budaya berisi banyak Steemian yang tergabung dalam berbagai chapter KSI di daerah masing-masing. Kami di Steemit Budaya tak kenal lelah untuk mengenalkan steemit ini ke berbagai kalangan. Terutama kepada teman-teman penulis, sastrawan, penyair, dan seniman lainnya. Itu terbukti keanggotaan dari KSI Chapter Jakarta dan Steemit Budaya semakin bertambah. Bang sebagai inisiator Steemit Budaya pun terus mendorong agar Steemian Budaya di berbagai daerah membentuk chapter-chapter KSI.
Tak hanya bergerak mempromosikan, kami juga terus belajar tentang Steemit. Maka itu kami begitu antusias saat tahu dari Bang , leader KSI Chapter Bireuen, yang mengabarkan lewat
, bahwa Bang
akan hadir di Jakarta. Bang Razack yang dokter spesialis penyakit dalam itu adalah salah seorang Steemian Indonesia yang aktif dan terus berinvestasi di Steemit.
Akhirnya Pilo menghubungi Dokter Razack untuk konfirmasi kedatangannya dan sekaligus mengajak dia berbagi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang Steemit kepada kami semua. Dokter Razack bersedia meluangkan waktunya di sela-sela kesibukannya menjalankan pelatihan terkait pekerjaannya sebagi dokter spesialis. Kemudian, tanpa diduga pada saat bersamaan
bang ada kegiatan di Jakarta terkait pekerjaannnya sebagai KPU di Aceh. Kami pun mendaulat Bang Ayi berbagi pengetahuan dan pengalamanya denga kami dalam menekuni Steemit.
1 St Meetup Steemit KSI Chapter Jakarta tadi malam itu bertepatan dengan Hari Bumi. Sejak sore kami sempat mendengar kabar akan ada pemadaman listrik beberapa jam setelah pukul 21.00 WIB. Tapi ternyata tidak jadi pemadaman lampu. Jika pun terjadi pemadaman lampu, diskusi akan tetap jalan menggunakan lilin. Sekaligus untuk menghayati betapa pentingnya energi bumi.
Meetup ini diawali dengan perkenalan para pengurus grup KSI Chapter Jakarta dan Steemit Budaya sambil menunggu pembicara Dokter dan bang
, yang dipandu oleh bang
. Pertama dimulai dengan pengantar singkat oleh bang
, pemilik Kafe Cangkir Sembilan, yang juga kini telah menjadi Steemian. Ia dengan antusias mendukung dan memfasilitasi acara ini.
Bang sebagai pemandu acara juga mempersilakan Ketua KSI Chapter Jakarta
dan Ketua Komunitas Steemit Hukum
untuk memberi testimoni dalam menulis dan bersteemit. Saya
juga dipersilakan memperkenalkan diri dan berbagi kisah tentang steemit. Namun karena kondisi saya masih belum fit, suara masih serak, dan masih sedikit lemes sebab hampir seminggu sakit, jadi saya hanya mempersilakan teman-teman yang lain yang berbagi pengalamanya.
Jumlah peserta diskusi pun mulai berdatangan. Kami juga di
hibur dengan pembacaan puisi oleh seorang penyair nasional Irmansyah, . Pembacaan puisinya asyik dan sesekali
meniup seruling di sela-sela pembacaan puisinya. Hingga pada akhirnya datanglah bang
yang disusul tidak lama kemudian oleh bang
.
Sekitar pukul 20.00, acara diskusi pun dimulai. Moderator acara bang . Bang Mus memulai nemandu acara dengan mempersilakan Dokter Razack Pulo
dan bang
. Salah satu inti yang disampaikan
adalah kalau di steemit itu bukan semata-mata hanya mengejar dolarnya tapi yang terpenting persaudaraanlah yang kita cari. Ia mendorong Steemian jika mempunyai uang lebih untuk berinvestasi di Steemit demi meningkatkan kekuatan kita dalam bersteemit (Steem Power). Dengan Steem Power yang besar manfaat reward Outasight yang kita dapat juga besar. Selain itu bisa membantu Steemian lain memberi nilai vote yang besar pula.
Sementara bang mengatakan ada dua cara supaya sukses di steemit. Pertama, menjadi investor. Kedua, menjadi konten kreator (menulis dan membuat konten lainnya) secara kontinu dan konsisten. Jangan cepat patah semangat karena tidak dapat vote. Teruslah berkarya. Selain itu, pelajarilah paus-paus luar negeri yang sedang aktif. Perbanyak komen di postingan mereka. Dan komenlah yang bermutu tapi bukan sampah yakni komentar singkat yang mirip basa basi, seperti nice, amazing, dan lain-lain.
Bang Ayi, yang juga anggota Steemit Budaya, juga menganjurkan agar para Steemian di mana pun yang menulis segala hal tentang atau berbau budaya agar menggunakan tag akhir (tag kelima) #steemitbudaya. "Lama-lama tag itu akan muncul di jajaran tag populer di Steemit," ujarnya.
Diskusipun berjalan dengan lancar. Acara tak hanya dihadiri Steemian, juga peserta umum, bloger (antara lain blogger Kompasiana dan Indonesiana), wartawan, aktivis, seniman dan pekerja industri hiburan. Pertemuan itu disudahi dengan foto bersama sekitat pukul 11 malam. Semua senang. Semua riang.
Sampai berjumpa di meetup-meetup selanjutnya. Sukses untuk kita semua.