Foto di atas adalah gambaran masyarakat Papua di tahun 1903. Wanita dewasa hanya menggunakan celana/bawahan, sedangkan anak anak belum menggunakan pakaian. Masyarakat Papua atau dikenal dengan nama Irian jaya pada waktu itu, memiliki pakaian adat yang sangat minim untuk menutupi tubuh mereka. Bahkan kaum pria tidak memakai pakaian ataupun celana dalam, hanya menggunakan koteka untuk menutupi kemaluannya. Koteka terbuat dari kulit labu air yang dibuang isinya lalu dikeringkan, yang berbentuk seperti tanduk sapi.
Di Papua tercatat ada lebih dari 400 suku, yang masih satu rumpun dengan penduduk asli Australia yaitu suku Aborigin.
Foto : Koloniale Wereldtentoonstellingen, Koninklijk Instituut voor de Tropen/Tropenmuseum