Di penghujung bulan Februari ini, aku berhasil melewati tantangan menulis setiap hari satu tulisan, dengan lebih 500 kata setiap harinya.
Tidak ada yang menantangku sebenarnya, hanya keinginan diri untuk menghasilkan karya setiap harinya.
Awalnya memang berat, karena setiap hari harus bangun pagi untuk menuliskan lebih 500 kata dalam sebuah tulisan yang akan diposting ke steemit. Kehabisan ide pun kerap kali muncul, sehingga menimbulkan kebosanan yang amat besar.
Akan tetapi rasa bosan itu cepat-cepat aku tepis dari pikiran ini, karena aku mempunyai target. Akhirnya aku berhasil mengalahkan rasa bosan dan kebuntuan ide berkat buku bacaan.
Menulis tanpa membaca ibarat sayur tanpa garam. Hambar dan tak enak untuk dimakan. Oleh karena itu, untuk mengumpulkan amunisi dalam menulis, aku membutuhkan buku bacaan. Alhamdulillah di bulan Februari ini, aku berhasil membaca lima buku yang tentunya sangat berpengaruh dalam semangat menulisku. Berikut buku bacaan itu.
1. Keputusan Sulit Adnan Ganto
Buku ini menceritakan tentang anak Aceh berasal dari Buloh Blang Ara, Aceh Utara yang berhasil menjadi bankir di kelas Bank dunia.
Sosok Adnan yang pekerja keras dan bersungguh-sungguh dalam bersekolah, berhasil mengantarkannya ke Belanda untuk bersekolah. Jika dilihat dari perjuangan hidupnya yang berasal dari daerah konflik semasa Darul Islam (DI) sangatlah sulit untuk keluar di wilayah tersebut, apalagi sekolah ke negara yang pernah menjajah bangsa ini.
Dia pernah menjadi pencuci kamar mandi di sebuah kapal yang menjadi tumpangannya saat pulang ke Aceh karena tidak punya uang. Semua itu dilakukan untuk menggapai cita-cita. Pada akhirnya dia berhasil menjadi direktur Bank Morgan di Belanda.
Persahabatannya dengan Benny, Sudjana, dan Soeharto pun sebagai Presiden RI pada masa itu terjalin dengan baik, bahkan Adnan menjadi orang berpengaruh yang dimintai pendapat saat mengambil sebuah kepetusan untuk negara. Dia juga pernah bertemu dengan Daud Beureueh dan Muhammad Hasan di Tiro saat di luar negeri.
Hal yang mengejutkan di buku yang ditulis oleh Nezar Patria dan Rusdi Mathari ini ialah Adnan adalah donatur tetap untuk kampus Unsyiah dan UIN AR-Raniry. Bahkan dia juga mengurusi agar lahan lokasi Bukit Indah milik Exxon Mobil Oil Indonesia Inc, dihibahkan ke Unimal sebagai tempat berdirinya kampus daerah yang dulunya penghasil gas terbesar ini.
2. Padang Bulan
Buku novel ini menceritakan tentang sosok perempuan yang bernama Enong. Gadis berusia 12 tahun ini harus rela hengkan dari bangku sekolah karena ayahnya yang meninggal tertimbun di Tambang Timah.
Dia menjadi tulang punggung keluarga menggantikan posisi ayanya untuk menghidupi keluarganya. Setelah berbagai usaha dilakukan dan tidak ada pun orang yang mau menerimanya sebagai pekerja, dia pun memutuskan untuk menggali timah seperti yang dilakukan ayahnya. Dialah penggali timah perempuan pertama saat itu.
Dia tidak malu dengan pekerjaannya, asalkan adik-adiknya bisa sekolah dan keluarganya bisa makan. Tapi, semangatnya untuk belajar tetap ada bahkan dia mengambil kursus bahasa Inggris untuk memperlancar bahasanya, walaupun itu menjadi ejekan dan cemoohan orang sekampung.
Novel yang ditulis oleh Andrea Hirata ini menanamkan nilai perjuangan hidup bagi diriku. Selain itu aku juga bisa belajar dari susunan kata dan pemilihan diksinya saat menuliskan kisah Enong.
3. Berjuang Mengubah Nasib
Buku ini kumpulan kisah inspiratif perjuangan perempuan yang mempertahankan desanya dari kerusakan lingkungan.
Buku dengan 58 halaman ini ditulis secara beramai-ramai oleh para fasilitator lingkar belajar pada 11 desa di 10 kabupaten. Tulisan ini menceritakan bagaimana kondisi desa yang bersengketa dengan beberapa perusahaan yang menjarah kampung mereka.
Lingkar belajar yang dibuat oleh fasilitator ini, berhasil mengumpulkan semangat perempuan untuk menyuarakan pendapatnya dan juga ikut berperan dalam menjaga kampung halaman mereka.
4. Peyempuan 2
Buku ini berisi fakta dan permasalahan yang sering dihadapi perempuan. Mengulas banyak tentang kehidupan perempuan dan juga mengumpulkannya dari suara-suara perempuan melalui akun .
Sebagai perempuan tentunya aku sangat menikmati membaca buku ini, karena banyak hal yang bisa dipelajari terutama bagaimana memahami pasangan dan merawat diri sebagai perempuan yang layak untuk dicintai.
Penulisnya dari yang tentunya ditulis oleh perempuan untuk mewakili perasaan dan pemikiran perempuan.
5. Sunset Bersama Rosie
Tentunya ini bacaan favoritku, karangan Tere Liye. Aku menghabiskan waktu 4 hari untuk mengkhatamkan buku setebal 425 halaman ini.
Di novelnya kali ini, Tere Liye menceritakan tentang Tegar dan Rosie yang hidup bersama sejak 20 tahun, namun harus berpisah karena tidak berani mengambil kesempatan.
Kisahnya memberikanku pelajaran tentang makna cinta, persahabatan, kesetiaan, keluarga, dan sikap menerima terhadap apa yang ditakdirkan Tuhan.
Ceritanya berhasil memperkaya imajinasiku terutama saat kejadian bom Bali. Pemilihan kata dan alurnya juga memacuku untuk membacanya lagi dan lagi. Sungguh luar biasa karangan Tere Liye ini, aku belajar banyak darinya terutama untuk kepenulisan.
Itulah buku bacaanku selama satu bulan terakhir, jika tidak dilengkapi dengan buku bacaan belum tentu aku bisa menulis setiap hari, karena formulanya menulis ialah baca, baca, baca kemudian tulis, tulis, tulis.
Jadi bila sahabat steemian ingin konsisten menulis, maka membacalah setiap hari.
Kira-kira berapa buku ya yang sahabat steemian baca pada bulan ini?