ADA begitu banyak perbedaan yang kontras dirasakan para dosen dan guru saat ini bila dibandingkan dengan masa ketika dosen dan guru tersebut masih berstatus mahasiswa.
Salah-satunya adalah soal kedisiplinan dan rasa hormat pada gurunya. Untuk dua hal ini, jujur saya ikut mengiyakan.
Saya kerap kali datang lebih awal dari pada mahasiswa saya. Seperti pagi ini, saya datang tepat pukul delapan pagi. Ruang kuliah masih kosong. Saya tunggu beberapa menit dalam mobil, baru kemudian turun dan masuk kelas. Ternyata masih juga kosong.
Hingga 15 menit berlalu, toleransi yang kami sepakati untuk batas paling telat bisa masuk kelas habis, namun jumlah mahasiswa yang ada di dalam masih juga terbilang rendah.
Dengan sekadarnya, proses belajar mengajar tetap berjalan. Ini memang sudah jadi standar operasional prosedur, meski cuma satu mahasiswa, kuliah tetap berjalan.
Namun, apa yang membuat mahasiswa tidak bisa ontime?
Andai mereka tahu bahwa waktu bagi semua orang untuk menyiapkan diri menghadapi masa depannya begitu singkat, pastilah mereka akan bergegas untuk ke kampus. Bersemangat dan selalu bergerak cepat untuk belajar.
Namun karena mereka tidak pernah membayangkan bahwa masa depannya begitu kompleks dan kompetitif, makanya mereka cenderung 'letoi' saat ini.
Ketahuilah, hanya yang bersungguh-sungguh yang akan mendapatkan.