Kemarin anak saya bercerita tentang seorang dosennya yang amat gembira saat ia mengisahkan tentang hujan. Dalam kehidupan sang doktor, hujan adalah sesuatu yang benar-benar amat luar biasa. Karena itu, mimik dan ekspresinya benar-benar terlihat bahagia.
Kemudian anak saya menulis, salah satu dosen pada kampus di negeri jiran itu menikmati segelas kopi hangat sembari membaca berlembar-lembar buku. Begitulah caranya menikmati hujan. Suasana yang dingin, gemericik air dan aroma yang ditimbulkan, benar-benar sebuah sensasi yang tiada terkira. Karenanya ia selalu berharap hujan turun dengan selebat-lebatnya.
Begitulah hidup. Kita selalu punya cara masing-masing untuk menikmati sesuatu. Karenanya, kita tidak boleh menganggap kesenangan orang lain adalah sebuah hal yang aneh. Kita tidak boleh menilai apa yang baik menurut orang lain, adalah sesuatu yang tidak pantas untuk dianggap baik. Karena kita semua memiliki indikator masing-masing untuk memberi nilai. Begitu pula dalam hal menikmati sesuatu.
Saling menghargai perbedaan adalah sebuah hal yang indah. Seperti cara orang menikmati hujan. Bagi saya, hujan lebat adalah bencana kecil. Karena harus siaga menyiapkan beberapa ember, karena rumah saya mulai bocor. Tapi bagi petani di sawah, hujan adalah kebahagiaan, karena padi yang telah ditanam akan tercukupi airnya.
Bagi seorang sastrawan, hujan adalah inspirasi untuk melahirkan karya. Bagi seorang filsuf, hujan adalah panduan hidup. Betapa hujan memberi pelajaran yang amat bagus untuk kita belajar tentang pengorbanan. Hujan jatuh dari langit. Dari tempat yang amat tinggi. Ia jatuh, berkorban, demi kehidupan habitat di bawahnya. Demi orang-orang, demi tumbuh-tumbuhan dan juga hewan-hewan.
Hujan adalah solusi setelah kemarau melanda. Tak terperi penderitaan yang harus dilalui semua makhluk hidup. Bila hujan tak kunjung turun setelah kemarau berkepanjangan melanda.
Hujan memberi kedamaian dan kesejukan. Di tengah terik yang menyengat, saat hujan tiba-tiba turun, cuaca segera berganti dari panas menjadi dingin. Dan dari gerah menjadi teduh, dari resah menjadi tenang. Hujan datang memberi begitu banyak hal-hal yang menyenangkan.
Pengorbanan hujan bahkan tak kenal waktu. Kapan bumi membutuhkan, ia selalu hadir untuk memberi. Mari belajar arti memberi dan berkorban dari hujan. Mari belajar arti merendahkan diri dari hujan.