Terkadang kemarahan bisa merasa sangat dibenarkan karena hal itu bisa memberi kita jalan keluar dari hidup kita saat ini, dan hal itu dapat menghentikan kita dari mencoba, berharap dan percaya, dan bisa juga terasa seperti menghembuskan nafas terakhir sebelum kita menyerah. Dan adakah yang lebih baik daripada kepuasan instan untuk menyerah? Tidak ada yaa !
Mungkin itu adalah perasaan terbaik di dalam hidup kita di saat benar-benar kita bisa merasakan kemarahan kita dibenarkan, untuk merasa diperlakukan tidak adil, dan menyerah jika berpura-pura dunia ini adil atau bahwa dunia akan menghargai usaha kita, dan Ini merupakan saat kita berhenti mencoba, berhenti bermimpi, berhenti bercita-cita, dan pergi, coba lihatlah itu terlalu sulit, apakah dunia ini terlihat sudah begitu mengerikan dan haruskah kita harus berhenti?
Mungkin juga kemarahan adalah jebakan buat kita, karena hal itu akan membuat kita sekecil kemarahan kita, membuat kita tetap beku di tempat di mana kemarahan kita dimulai.
Dan kita sebenarya dapat memilih kebencian kita sebagai alasan yang dibenarkan bagi kita untuk berhenti berusaha, berhenti mendorong, berhenti percaya bahwa ada lebih banyak lagi yang bisa kita berikan, lakukan.
Dan kita juga bisa memilih ceri melalui daftar panjang keluhan sebagai alasan sempurna mengapa hidup kita tidak akan pernah menjadi seperti yang kita inginkan. Atau, kita bisa berdiri dan berjalan menuju sesuatu yang lebih maju dan lebih baik dan berbeda tentunya, karena dapat memilih cerita baru, bahkan disaat kita tidak memiliki bukti dan narasi kita sendiri.
Tidak akan pernah ada yang memberi tahu kita tentang siapa pun kita sebenarnya, apa yang mampu kita lakukan, dan alasan apa pun yang bahkan mungkin tidak berhak dan sepenuhnya layak dari apa pun yang dapat di impikan oleh pikiran kita.
Saya teringat ketika saya pernah membenci rutinitas, ketika saya harus bangun sebelum jam 7 pagi terlihat seperti bentuk penyiksaan, saya hanya tunduk pada jadwal aktifitas atau saya di bikin pusing ke dapur untuk mencari air.
Namun ketika saya bermimpi semakin tua saya mulai memikirkan kebebasan seperti apa yang akan saya rasakan saat dewasa, gagasan bahwa saya dapat dan harus melakukan apa saja dan semua yang saya senangi.
Seakan ada perasaan magis pada lamunan masa dewasa dan dengan kemungkinan tak terbatas tentang siapa saya dan pada akhirnya apa yang pernah saya lakukan 15 tahun yang lalu adalah jenis kehidupan yang saya nikmati sekarang ini.
Temukan Pengalaman Berselancar Anda Bersama Steeve
Join Now https://www.steeve.app
View this post on Steeve