Arsenal, Sebuah nama Jika Di "Indonesia" kan adalah sebuah gudang berisi senjata dan alat perang lainnya, sungguh nama yang luar biasa garang bukan, tapi hal tersebut semakin tidak nampak jika kita nisbat kan pada sebuah tim sepakbola tradisional inggris yaitu Arsenal, laga terakhir semakin "Shahih" buktikan bahwa meriam london tersebut makin kehilangan daya ledaknya, tim sekota mereka yang seyogyanya hanyalah medioker di liga inggris bisa tumbangkan mereka di pusat bersejarah sepakbola inggris yaitu di Wembley, sangat Naif bukan
Kedatangan bintang baru asal Gabon ternyata tidak serta merta menjamin bahwa lini ledak Gunners semakin yahud, analisa saya baru saja setelah laga berakhir bahwa sudah pantas dan layak sekali sang kakek tua "Arsene Wenger" dipinggirkan saja oleh tim London tersebut, terlalu lama rasanya dahaga EPL belum terealisasi yang terakhir didapat satu dekade lebih silam
Bagi saya penikmat sepakbola zaman now ketika melihat pak Wenger berdiri di pinggir lapangan adalah sebuah keniscayaan bagi sepakbola modern, mungkin beliau luar biasa jago bagian taktik dan juga tiktok ekonomi dan manajerial sebuah tim, tapi terlalu lama tak berpreatasi untuk sebuah klub adalah "dosa" yang menganga yang menjadi bencana tidak hanya untuk Tuan Wenger sendiri, tapi juga untuk para pecinta The Gunners, dan saya disini sebagai penikmat sepakbola secara independen ingin sangat rasanya melihat ada sosok lain yang mengatur alur rencana taktikal Arsenal di pinggir lapangan, semoga saja realisasi cepat terlaksana